RELUNG.ID – Warga di sekitaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim mendadak heboh. Pasalnya, ruangan administrasi umum bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Muara Enim terbakar, Jumat (21/3)
Kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik. Meski demikian dipastikan tidak ada dokumen atau berkas penting yang terbakar.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.55 WIB, beruntung kobaran api dengan cepat bisa ditangani baik oleh petugas Satpol PP yang berjaga, pihak Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Kasatpol PP Muara Enim, Andrille Martin mengatakan, kronologi pertama sekira pukul 21.55 WIB, anggota Satpol PP yang bertugas ada 5 Orang.
Mereka yang bertugas, kata dia, melihat dan mendengar dentuman, kemudian kaca ruangan langsung pecah, saat itu petugas langsung berlari untuk mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta berusaha memadamkan api.
2 orang anggota lainnya, kata Andrille, bergegas menghubungi pihak Damkar, kemudian tidak lama Damkar langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
Petugas menyaksikan api berawal dari bagian bawah salah satu meja di dalam ruangan, kemudian berusaha dipadamkan sebelum akhirnya merambat ke bagian atas menyambar AC.
“Ada 2 AC terbakar dan satu sudah hancur ke bawah,” ungkapnya.
Pada saat kejadian, tidak ada orang yang berada di dalam, ruangan tersebut dalam keadaan kosong, ruangan dalam keadaan terkunci barulah ketika petugas pemadam kebakaran tiba pintu ruangan tersebut didobrak.
Sementara dari keterangan Kadin Damkar Muara Enim, Saprioma menjelaskan Untuk kejadian sekitar pukul 21.55 WIB, pihaknya mengerahkan 4 unit pemadam dibantu 2 unit supply dari BPBD dan PDAM, kemudian api berhasil dipadamkan kurang lebih sekitar 15 menit.
Dikatakan Saprioma, saat Damkar tiba, api sudah mengecil karena sudah ditangani oleh Satpol PP yang bertugas malam itu, karena mereka (Satpol PP) yang bertugas ini sudah dibekali cara-cara menggunakan APAR.
“Ada 7 sampai 8 Apar yang terpakai oleh Satpol PP, sehinggga api tidak membesar, ketika kami datang api sudah lumayan terkendali,”
Untuk penyebab kata dia, pihak kepolisian sedang melakukan investigasi dan lebih paham mengenai hal tersebut.
Lebih lanjut Kabag ULP Pemkab Muara Enim, Sonny Prihartono mengatakan bahwa ada 2 unit AC terbakar, satu buah meja dan kursi dan satu unit printer, ruangan yang terbakar tersebut merupakan ruangan administrasi umum.
Untuk beberapa berkas itu ada yang terbakar, kata dia, hanya saja kemungkinan hanya surat masuk dan surat keluar saja, karena jumlah berkas yang terbakar tidak banyak.
Dugaannya kebakaran akibat korsleting listrik, namun kata dia, untuk kepastiannya itu masih menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian.
Menurut keterangannya, api tidak sampai membakar lemari berkas, dipastikan yang terbakar hanya barang-barang yang berada di meja yang menjadi dugaan awal munculnya api.
“Kalau yang terbakar itu 2 unit AC tadi, kemudian barang-barang yang berada di atas meja, kalau jenis barang apa saja itu belum tahu karena sudah terbakar, Kalau laptop tidak ada yang terbakar,” ungkapnya.
Sempat meninjau lokasi kejadian, Bupati Muara Enim, Edison mengatakan dirinya menerima informasi bahwa telah terjadi kebakaran di salah satu ruangan Pemkab Muara Enim tepatnya di ruangan ULP.
“Kita langsung meluncur, juga pihak Damkar, BPBD dan Satpol PP, langsung berjibaku memadamkan api, alhamdulillah api bisa dipadamkan,” ujarnya.
Indikasinya ada salah satu alat elektronik belum dimatikan, namun belum bisa dipastikan apakah itu printer atau AC.
Dikatakan Edison, ke depan akan dibuatkan SOP setiap ruangan ada penanggungjawab, sehingga ketika jam kerja berakhir, dilakukan pengecekan ulang untuk memastikan semua perangkat yang berhubungan dengan listrik sudah dimatikan, sehingga tidak terulang kembali. (LWM)

