RELUNG.ID – Sebuah informasi adanya satwa liar beruang di sebuah kawasan yang keluar dari hutan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan mendadak beredar dan viral di media sosial (Medsos)
Gambar satwa liar beruang tersebut di posting dan dibagikan di media sosial (Medsos) oleh akun Facebook bernama Agung Firdaus. Akun tersebut menuliskan beruang terlihat di simpang menuju jalan baru Triaryani tembusan SP2 di simpang 4 pos keamanan.
Diduga lokasi tersebut berada di wilayah perbatasan Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Nibung.
Selain itu, dalam unggahannya Agung menyebut dirinya mendapat teguran dari petugas sekuriti saat melintas di lokasi untuk berhati-hati.
“Siang tadi di simpang menuju jalan baru Triaryani tembusan SP2 pas di simpang 4 pos keamanan. Pas pulang jualan ditegur sama petugas keamanan, dibilang ngebut aja lewat jalan ini, jangan pelan (karena ada beruang),” tulis Agung dalam unggahannya.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Rawas Ilir IPDA Rio Waskitha menerangkan, pihaknya belum menerima laporan dari warga terkait penampakan satwa yang diduga beruang tersebut.
“Belum ada laporan,” kata IPDA Rio pada Sabtu, 19 September 2026.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, lokasi penampakan tersebut berada di wilayah Kecamatan Nibung.
“Kalau dari informasi yang di media sosial itu, wilayahnya ini masuk wilayah Nibung. Itu sebenarnya masih jauh dari wilayah permukiman warga karena itu jalan hauling baru, jalan angkutan batu bara,” ungkapnya.
Meski jauh dari permukiman, ia menambahkan, kawasan tersebut tetap dilintasi pekerja dan warga. Wilayah itu juga sambungnya, diketahui menjadi habitat berbagai satwa liar.
“Memang di situ masuk banyak satwa liar, cuma jarang keluar hutan hingga masuk ke jalan,” timpalnya.
Rio mengungkapkan, ada kemungkinan beruang tersebut keluar dari kawasan hutan karena dipengaruhi musim kemarau. Sehingga membuat beruang tersebut susah mencari makanan dan minuman di dalam hutan.
Selain itu, karhutla juga diduga dapat menjadi salah satu faktor satwa liar meninggalkan habitatnya. “Bisa juga karena karhutla karena takut sama api,” bebernya.
Pihaknya mengaku akan mengecek lokasi tersebut untuk memastikan informasi mengenai keberadaan satwa tersebut. Kemudian ia juga mengimbau agar warga setempat tidak panik terkait adanya informasi beruang keluar dari hutan tersebut.
“Nanti kita akan cek ke lokasi. Sementara itu kita imbau kepada warga agar tidak panik dan segera melapor bila menemukan beruang itu lagi. Kami minta kepada warga jangan memburu satwa liar tersebut,” pungkasnya. (NSR)

