RELUNG.ID- Sebuah video yang memperlihatkan penggerebekan terhadap dua pria di Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, viral di media sosial. Keduanya diduga terlibat hubungan sesama jenis. Peristiwa tersebut mengundang perhatian publik setelah rekaman kejadian tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden itu terjadi pada malam hari ketika warga mendatangi sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi kedua pria tersebut berada. Dugaan adanya hubungan asmara sesama jenis memicu puluhan warga berkumpul dan mengepung rumah tersebut.
Video penggerebekan kemudian beredar luas, salah satunya diunggah akun Instagram @pemalang.update pada Senin (6/7/2026). Dalam rekaman itu terlihat kerumunan warga memadati lokasi hingga situasi sempat memanas.
Untuk mengantisipasi terjadinya tindakan main hakim sendiri, personel Polsek Comal segera mendatangi lokasi. Aparat kemudian mengamankan kedua pria tersebut dan mengevakuasi mereka keluar dari rumah menuju kendaraan petugas di tengah sorakan warga.
Selanjutnya, kedua pria dibawa ke kantor Kelurahan Purwoharjo untuk menjalani mediasi yang melibatkan aparat kepolisian, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan RT dan RW.
Dalam mediasi tersebut, keduanya diminta membuat surat pernyataan di atas materai. Berdasarkan informasi yang beredar, surat itu berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan yang dinilai meresahkan masyarakat, menjaga ketertiban lingkungan, serta bersedia menerima konsekuensi apabila melanggar pernyataan yang telah dibuat.
Usai proses mediasi selesai, situasi di Kelurahan Purwoharjo kembali kondusif. Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan setiap persoalan kepada pihak yang berwenang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang membenarkan dugaan hubungan sesama jenis antara kedua pria tersebut maupun adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Informasi yang beredar saat ini masih berdasarkan video viral dan keterangan yang beredar di media sosial.
Dengan belum adanya pernyataan resmi dari aparat penegak hukum, dugaan yang beredar di tengah masyarakat belum dapat dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, seluruh informasi terkait peristiwa ini masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.[YKP]

