RELUNG.ID – Daging kucing yang diedarkan pelaku Jayadi (55) sebagian telah dibeli dan dikonsumsi oleh masyarakat di Pagar Alam.
Hal ini mengundang kekhawatiran terjangkitnya virus Rabies akibat konsumsi daging kucing tersebut.
Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pagar Alam menyediakan setidaknya 150 vial vaksin untuk mengantisipasi menyebarnya virus rabies di Kota Pagar Alam.
“Sudah dari tiga hari lalu posko aduan dan pemeriksaan kami sediakan dI RSUD namun laporan dari dokter maupun perawat jaga belum ada masyarakat yang datang periksa,” kata Kepala Dinkes Pagar Alam, Desi Elviana, Kamis (11/9/2025).
Dia mengimbau, bagi masyarakat yang telah memakan daging kucing tersebut untuk datang memeriksakan diri. Pihaknya pun menjanjikan tidak akan mempublikasikan identitas alias merahasiakan warga yang datang untuk memeriksakan diri mereka.
“Posko ini hanya akan dibuka selama satu bulan kedepan,” terangnya.
Saat ini, dia mengaku telah menyediakan setidaknya 150 vial vaksin Rabies, jika untuk perawatan pasien satu orang biasanya akan menerima empat kali injeksi obat sehingga dari 150 obat yang tersedia biasa untuk perawatan paling tidak untuk tiga puluh orang pasien.
“Tapi jika di pandang kurang tentunya Dinkes masih punya persedian lain yang siap di pakai,”imbuhnya
Seperti diketahui, Pelaku Sujadi (55) yang telah ditangkap oleh Polres Pagar Alam ini menjual daging kucing dengan modus daging kambing muda.
Kucing ini didapatkannya dari kucing liar maupun kucing peliharaan yang kemudian dipotong di bawah jembatan.
Aksi ilegalnya ini telah dilakukan selama empat bulan. Bahkan, sekitar 100 kucing telah dipotong, dan dagingnya dijual dengan harga murah kepada masyarakat di Pagar Alam. (TFK)

