RELUNG.ID – Kabar duka menyelimuti para petani di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang.
Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (5/4) siang hingga malam hari mengakibatkan luapan sungai yang menghantam pemukiman dan merusak sektor pertanian warga.
Hingga Senin sore (6/4/2026), air memang telah surut, namun menyisakan pilu bagi warga di Desa Nanjungan dan Desa Air Mayan.
Banjir kali ini menghantam titik paling vital bagi ekonomi warga, yakni lahan persawahan. Tercatat sebanyak 35 hektare sawah dipastikan gagal panen (puso) setelah tersapu banjir dan kini terkubur material lumpur serta sampah.
Rincian lahan yang terdampak meliputi: Desa Nanjungan: 20 hektare sawah rusak dan Desa Air Mayan: 15 hektare sawah rusak. Kerugian ini diperparah dengan jebolnya Bendungan Sungai Hangat.
Kerusakan infrastruktur ini menyebabkan air meluap hingga merendam pemukiman di Desa Pagar Jati yang sebelumnya relatif aman.
Luapan air setinggi lutut orang dewasa sempat merendam setidaknya 25 unit rumah warga. Berdasarkan data lapangan, dampak terparah berada di Desa Air Mayan dengan 20 rumah terdampak, disusul Desa Nanjungan dengan 5 rumah.
Pasca surutnya air, sinergi antara warga dan aparat keamanan langsung diperkuat. Plt. Kapolsek Pasemah Air Keruh, Iptu Adin Riyanto, turun langsung memimpin proses evakuasi lumpur.
“Hingga sore ini, mayoritas rumah warga sudah berhasil dibersihkan. Kami dari Polsek, bersama petugas Damkar, Poldes, dan pemilik rumah bahu-membahu menyingkirkan sisa lumpur agar warga bisa segera beraktivitas kembali,” ujar Iptu Adin Riyanto.
Banjir bermula ketika hujan lebat mulai membasahi wilayah yang berada di pelosok Kabupaten Empat Lawang ini sekitar pukul 13.30 WIB pada hari Minggu.
Debit air sungai yang meningkat tajam tidak mampu lagi ditampung oleh bendungan, hingga akhirnya air masuk ke pemukiman dan menyapu area persawahan yang tengah hijau. (SLM)

