RELUNG.ID – Kabid Lalu Lintas dan Angkutan di Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih langsung naik emosi.
Pasalnya, institusi tempat Dadang bekerja ini disebut-sebut dalam kasus pemotongan uang kompensasi lebaran 2025 untuk sopir angkutan umum di Kabupaten Bogor.
Hal ini diketahui dalam akun YouTube Dedi Mulyadi yang menanyakan terkait dugaan keterlibatan Dishub Bogor dalam pemotongan uang kompensasi ini, Minggu kemarin (6/4).
“Saya sebagai penindak agak sedikit emosional. Saya sudah dah bekerja sesuai arahan Pak Gubernur, tahunya waktu itu Pak Gubernur diskusi dengan Pak Emen, tertuanglah (nama) Dinas Perhubungan, Kabupaten lagi,” kata Dadang dalam video tersebut.
Dia kemudian langsung mencari nama Emen, karena dia mengaku tidak akan melakukan hal yang tercela tersebut.
“Mana namanya Emen?! saya kejar ini bahaya. Saya jujur Pak Gubernur namanya pemotongan (uang) itu menghinakan diri Pak Gubernur, saya tidak akan melakukan hal yang tercela,” terangnya.
Menurut Dadang, dia tidak pernah melakukan hal tersebut, karena itu dia pun memberontak. Meski demikian, Emen telah berlaku kooperatif dan telah diajak untuk bertemu.
“Dia kooperatif, sangat kooperatif. Diajak ketemu sama saya,” tambahnya.
Dalam permasalahan tersebut, Dadang menjelaskan ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyani jika anggota Dishub Bogor tidak pernah memotong uang kompensasi seperti kabar yang beredar ini.
Awalnya dia melakukan penindakan ke sejumlah sopir angkot yang masih beroperasi. Kemudian, salah satu sopir angkot mengatakan bahwa ada pemotongan uang kompensasi yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Sub Unit atau KKSU yang merupakan wadah bagi sopir dan pemilik angkot.
Dari keterangan sopir, bahwa mereka dipungut biaya Rp200 ribu untuk menggantikannya maka sopir pun beroperasi.
“Dari situ, saya punya data ternyata KKSU yang melakukan pemungutan,” kata Dadang.
Dia pun kemudian meminta bantuan dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Dishub Provinsi Jabar untuk memediasi KKSU dan sopir angkot.
Kemudian, KKSU mendatangi Dadang dan mengatakan akan mengembalikan uang tersebut. Namun, keesokan harinya, Dedi Mulyadi ternyata mengunggah video obrolannya dengan seorang sopir angkot bernama Emen yang mengaku uang kompensasinya dipotong oleh Dishub Bogor.
Dedi pun mempertanyakan kenapa Emen si sopir angkot bisa menuduh bahwa Dishub Bogor melakukan pemotongan.
“Kemungkinan Emet ini tidak mengetahui mana petugas Dishub Bogor dan mana Dishub Jabat yang memang bertugas membagikan kompensasi ke sopir angkot ini,” terangnya.
Untuk diketahui, sejumlah sopir angkot mengaku uang Rp1 juta sebagai kompensasi untuk tidak beroperasi selama arus mudik yang diberikan Pemprov Jabar, dipotong oleh oknum Dishub Bogor sebesar Rp 200.000.
Total dana yang dikumpulkan dari para sopir ini sebesar Rp 11,2 juta. Kini, uang tersebut telah dikembalikan sepenuhnya kepada para sopir. (vid)

