RELUNG.ID- Partai Gerindra Jawa Barat angkat suara terkait isu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal meninggalkan partai tersebut untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Wakil Ketua Gerindra Jabar Buky Wibawa Karya Guna mengaku belum mengetahui dasar munculnya isu yang menyebut Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Demul maupun KDM itu akan berpindah partai.
Menurut Buky, Dedi justru telah memberikan pernyataan tegas mengenai dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto.
“Saya tidak tahu data dan variabel apa yang menduga-duga Dedi Mulyadi (Demul) mau hijrah ke PSI. Namun, ada pernyataan sanggahan secara tegas bahwa Demul membantah hal tersebut. Dalam pernyataannya, ia menghendaki Prabowo untuk memimpin Indonesia,” kata Buky saat dihubungi, Senin (23/8/2026).
Buky menegaskan, hingga saat ini Dedi Mulyadi masih berstatus sebagai kader Gerindra. Bahkan, mantan Bupati Purwakarta tersebut tercatat menjabat sebagai Dewan Pembina Gerindra di tingkat pusat.
Ia juga mengaku belum melihat adanya tanda-tanda Dedi akan meninggalkan partai yang dipimpin Prabowo tersebut.
“Bagaimanapun, ia adalah kader Gerindra dan menjabat sebagai Dewan Pembina di Gerindra Pusat. Ini menunjukkan kualitas moral dan etika yang kuat. Jadi, beberapa kali saya bertemu dengan Demul, saya belum melihat tanda-tanda ke arah sana. Saya juga merasa aneh dengan keriuhan ini,” ujarnya.
Buky juga menepis anggapan bahwa aktivitas Dedi Mulyadi yang kerap turun langsung ke berbagai daerah, termasuk ke luar Jawa Barat, berkaitan dengan upaya mencari simpati politik.
Hal itu termasuk kunjungan Dedi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah wilayah tersebut dilanda gempa besar beberapa waktu lalu.
Menurut Buky, aktivitas Dedi selama ini memang merupakan bagian dari karakter kepemimpinannya yang senang turun langsung untuk melihat dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Dia aktif berkeliling dan bukan tipikal pemimpin di belakang meja. Saya melihat dia memang sosok yang seperti itu. Dia adalah sosok yang perasaannya mudah tersentuh-dia sendiri sering menyampaikan bahwa dirinya mudah tersentuh-lalu mencoba menyelesaikan masalah tersebut,” katanya.
Buky menilai kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Dedi tidak tepat jika dikaitkan dengan isu perpindahan partai.
“Beberapa gubernur juga memberikan bantuan, seperti dari DKI Jakarta atau Jawa Timur, tetapi itu murni atas dasar aspek kemanusiaan,” sambungnya.
Dedi Mulyadi sendiri sebelumnya merupakan kader Partai Golkar. Ia bahkan pernah menduduki posisi pimpinan partai tersebut di Jawa Barat sebelum bergabung dengan Gerindra.
Kini, Dedi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat sekaligus tercatat sebagai kader dan Dewan Pembina Gerindra.[YKP]

