RELUNG.ID – Sebuah video tuduhan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Tirta Seguring Betung, Kabupaten Empat Lawang, Hendra Rosada beredar di Empat Lawang.
Tuduhan tersebut mulai dari pungutan liar (Pungli), pemotongan gaji karyawan dan penarikan dana yang tidak jelas.
Tuduhan berasal dari mantan karyawan Perumda yang kini telah dipecat akibat serangkaian pelanggaran disipliner.
Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur Perumda Tirta Seguring Betung, Hendra Rosada mengatakan, tuduhan yang disematkan kepadanya ini tidaklah benar.
“Isu pungli itu tidak benar, bukan pungli. Kalau dimintai biaya memang ada karena kita memerlukan material seperti semen, pasir, pipa dan itu dikerjakan oleh tukang profesional,” katanya.
Dia menambahkan bahwa karyawan yang bersangkutan memang berstatus karyawan tetap, namun selama dua tahun terakhir telah beberapa kali menerima Surat Peringatan (SP) dan skorsing, bahkan dimutasi ke IKK Pendopo dengan harapan bisa memperbaiki diri.
“Tapi malah sebaliknya, ia hanya beberapa kali saja masuk kerja,” imbuhnya.
Hendra juga menyoroti kondisi pemasangan pelanggan yang tidak standar di era kepemimpinan sebelumnya. “Saat saya jabat, semua pelanggan saya standarisasi karena untuk menghindari kehilangan air atau pencurian air. Kalau di standar, pencurian air sangat kecil, ada jejak atau catatannya di meteran,” jelasnya.
Mengenai tuduhan tidak menyetorkan uang senilai Rp200 juta, Hendra dengan tegas membantah dan mempertanyakan asal usul serta pihak yang seharusnya menerima uang tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh iuran pelanggan selalu disetorkan ke rekening perusahaan.
Terkait isu pemotongan gaji, Hendra menjelaskan bahwa sistem penggajian di Perumda Tirta Seguring Betung didasarkan pada capaian dan lembur, mengingat perusahaan bergerak di bidang jasa.
“Ketika ada kerusakan di malam hari, tidak mungkin menunggu siang. Dan waktu yang diselesaikan berapa jam (juga diperhitungkan),” paparnya.
Menariknya, di tengah badai tuduhan ini, Perumda Tirta Seguring Betung justru diklaim mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Hendra Rosada. Perusahaan berhasil meraih keuntungan signifikan.
Hal ini dibuktikan dengan laporan keuangan yang menunjukkan peningkatan kinerja drastis. Pada tahun 2023, Perumda mengalami kerugian sebesar Rp167.166.510.
Namun, di tahun berikutnya (2024), di bawah kepemimpinan Hendra Rosada, perusahaan berhasil meraup untung sebesar Rp783.640.250.
Hendra juga menyoroti peningkatan pendapatan yang mencolok pada IKK Tebing Tinggi, yang melonjak lebih dari 200% dari rata-rata Rp60-79 juta menjadi Rp241 juta di bawah kepemimpinannya.
Data-data finansial ini menjadi bukti nyata keberhasilan Hendra Rosada dalam membenahi dan memajukan Perumda Tirta Seguring Betung, sekaligus membantah tuduhan negatif yang dialamatkan kepadanya.
Selain itu, wajah kantor Perumda yang dulunya gersang seperti bukan layaknya kantor. Sekarang sudah bagus dengan perbaikan pagar, bangunan baru lengkap dengan CCTV di seluruh titik dan terbaru dipasang akrilik logo perusahaan.
“Pembangunan ini dari hasil keuntungan perusahaan. Kalau setiap tahun merugi, tidak akan bisa mempercantik wajah kantor ini,” tutupnya. (SLM)

