RELUNG.ID – Sepuluh pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Mahasiswa Muara Enim Serasan Sekundang melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Muara Enim terkait kinerja 100 hari kerja kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Edison Sumarni, Senin (2/6).
Massa aksi yang terdiri dari 10 pemuda yang juga mahasiswa tersebut tampak memasuki halaman Pemkab Muara Enim sekira pukul 10.45 WIB, dengan membentangkan spanduk bernada kekecewaan. Tampak juga dari anggota kepolisian dan Satpol PP hadir mengamankan aksi damai tersebut.
Dalam orasinya, koordinator aksi, Rohman mengatakan setidaknya ada delapan poin yang ingin disampaikan terkait evaluasi kinerja 100 hari kerja Bupati dan Wabup Muara Enim, Edison-Sumarni.
Pertama, pihaknya mendesak bupati Muara Enim untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Muara Enim
Dirinya menimbang bahwa bupati Muara Enim perlu mengevaluasi kinerja OPD yang ada di Kabupaten Muara Enim karena dinilai tidak ada dampak yang signifikan terhadap pembangunan daerah
“Selain itu kami meminta bupati Muara Enim untuk melanjutkan program bantuan dana pendidikan atau beasiswa untuk mahasiswa yang berasal dari daerah,” ujarnya
Mendesak dan meminta percepatan realisasi program kerja penciptaan lapangan kerja, mengatasi permasalahan PDAM dan pemadaman listrik di Muara Enim dan percepatan realisasi program kerja pupuk murah dan bersubsidi menjadi program prioritas
Meminta bupati Muara Enim segera realisasikan program kerja bantuan operasional dan kendaraan untuk sekolah pesantren dan keagamaan dan segera melakukan evaluasi perizinan perusahaan di seluruh Kabupaten Muara Enim
Aksi ini dilandasi setelah memperhatikan kinerja pemerintah dibawah kepemimpinan Edison – Sumarni sangat memprihatinkan dan ironis karena dalam 100 kerja ini, menurutnya belum terlihat dampak yang signifikan terhadap masyarakat Muara Enim.
“Kami menilai, kegiatan-kegiatan dalam 100 hari kerja ini sifatnya masih ceremonial, karena jika melihat visi dan misi beliau saat berkampanye hingga saat ini belum ada yang terealisasikan, ” katanya.
Sejauh ini, segala bentuk program yang telah dilaksanakan masih sebatas wacana biasa dan belum ada gerak yang signifikan dan konkrit.
Kedatangan mahasiswa tersebut diterima langsung Asisten I Pemkab Muara Enim, Emran Tabrani, di ruang rapat Serasan Sekundang setelah berorasi di depan kantor Bupati Muara Enim, dirinya mengatakan bahwa tuntutan tersebut akan disampaikan terhadap pimpinan.
“Terkait segala bentuk evaluasi yang diharapkan, ini merupakan wewenang Bupati Muara Enim, jadi tidak perlu khawatir, keluhan akan kami sampaikan,” ujarnya.
Beberapa poin, kata dia, dibahas dalam rapat tersebut mengenai kinerja, program dan hal lain, namun Emran menegaskan bahwa terkait program-program yang dinilai belum menguntungkan serta pembangunan infrastruktur itu semua butuh proses
“Yakinlah bahwa Bupati-Wabup bersama programnya akan senantiasa komit terhadap kepentingan rakyat,” pungkasnya. (NVS)

