Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Diwarnai Konflik Perebutan Takhta, Gusti Purbaya Dilantik Jadi Raja Surakarta
Politik

Diwarnai Konflik Perebutan Takhta, Gusti Purbaya Dilantik Jadi Raja Surakarta

alwiBy alwi15/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gusti Purbaya yang dinobatkan sebagai Raja Surakarta. (Istimewa/YouTube)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram atau biasa disapa Gusti Purbaya kini resmi dinobatkan menjadi Raja Keraton Surakarta atau Pakoe Boewono atau PB XIV di Bangsal Manguntur Tangkil yang berada di Kompleks Siti Hinggil, Sabtu (15/11/2025).

Gusti Purbaya merupakan anak bungsu atau putra tunggal PB XIII dari istri ketiganya, permaisuri GKR Pakubuwana (atau KRAy Pradapaningsih).

Baca juga :   Surya Paloh Kecam Keras Putusan MK soal Pemilu 2029: MK Teledor, Curi Kedaulatan Rakyat

Sebelum dinobatkan sebagai raja, konflik perebutan mencuat pasca Sri Susuhunan Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIII wafat pada 2 November lalu.

Perebutan takhta ini antara dua anak Pakubuwono XIII yakni Gusti Purbaya dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi alias Mangkubumi yang merupakan anak sulung sekaligus putra tertua dari istri keduanya, KRAy Winari Sri Haryani.

Tiga hari setelah kematian ayahnya, tepatnya pada Rabu, 5 November 2025, Gusti Purbaya mendeklarasikan diri sebagai penerus takhta Keraton Surakarta dan menyebut dirinya sebagai SISKS Pakubuwana XIV.

Baca juga :   Soal Putusan Penundaan Pemilu 2024, KPU OKU: Tunggu Intruksi Pusat

Semasa hidup, pada tahun 2022, Pakubuwono XIII memang menobatkan Gusti Purbaya yang ketika itu masih berusia 21 sebagai putra mahkota.

Nama lahirnya tercatat sebagai Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko, kemudian saat pengangkatan gelar berubah menjadi KGPH Purbaya atau KGPAA Hamangkunegoro.

Namun, lewat rapat di Sasana Handrawina Keraton Surakarta tanggal 13 November 2025, KGPH Hangabehi alias Mangkubumi malah dinobatkan sebagai Pangeran Pati alias penerus takhta keraton.

Baca juga :   Rusdi Masse Resmi Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR, Ini Rincian Harta Fantastisnya

Penobatan itu diputuskan setelah keluarga besar Keraton Surakarta menggelar rapat di Sasana Handrawina Keraton Surakarta.

Penetapan Mangkubumi sebagai Pangeran Pati dihadiri sejumlah tokoh trah Keraton Surakarta, termasuk Raja ad interim KG Panembahan Agung Tedjowulan, GRAy Koes Moertiyah (Gusti Moeng), dan GPH Suryo Wicaksono (Gusti Nenok). Namun, keputusan ini langsung memicu ketegangan.

Menurut Gusti Nenok, suasana rapat memanas setelah GKR Timoer, kakak Mangkubumi, memasuki ruangan dan menuduh adiknya melanggar konsensus keluarga inti. Ia menegaskan bahwa keluarga PB XIII sebelumnya telah menyepakati Gusti Purbaya sebagai penerus takhta.

Baca juga :   Viral, Camat Beri Donasi Rp5 Ribu Untuk Perbaikan Jalan Secara Swadaya

GKR Timoer mengeklaim bahwa penetapan putra mahkota sudah dibicarakan di hadapan sejumlah pejabat, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Solo Respati Ardi, dan mantan Wali Kota Solo Teguh Prakosa.

“Kami sudah sepakat bahwa putra mahkota adalah Pangeran Adipati Anom Hamangkunagoro (Gusti Purbaya). Itu sudah disebutkan dan disetujui,” katanya. (vid)

Gusti Purbaya Perebutan Takhta Raja Surakarta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleImportir Diduga Akali Nilai Barang, Menkeu Purbaya Ungkap Modus Under Invoicing di Tanjung Perak
Next Article Presiden Klub Tekankan Kesehatan Pemain sebagai Prioritas Jelang Laga Sumsel United di Aceh
alwi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,939 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,809 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,782 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?