RELUNG.ID- Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menyoroti potensi berkurangnya transfer keuangan daerah dari pemerintah pusat kepada pemerintah kota. Kondisi tersebut dinilai harus menjadi pemicu bagi Pemkot Bandung untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Asep, masih banyak sektor yang memiliki peluang besar untuk dioptimalkan guna meningkatkan pendapatan daerah.
“Dari retribusi parkir ada harapan besar. Kemudian sektor pariwisata, termasuk restoran, juga masih punya potensi yang bisa digali lebih maksimal,” ujarnya.
Terkait capaian PAD tahun ini, Asep mengaku belum dapat memberikan penilaian secara pasti karena saat ini masih memasuki semester pertama tahun anggaran.
“Sekarang belum terukur, karena masih semester satu. Nanti kita lihat perkembangan di semester dua,” katanya.
Lebih lanjut, Asep menegaskan pentingnya hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah agar tidak berhenti hanya sebatas rekomendasi. Ia berharap seluruh catatan dan masukan DPRD dapat diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
“Sayang kalau kita sudah memberikan rekomendasi dengan berbagai harapan, tapi tidak masuk dalam perencanaan 2027. Makanya pembahasan dilakukan intensif, agar hasil LKPJ ini bisa menjadi jembatan untuk dieksekusi pada tahun mendatang,” tegasnya.
Selain itu, Asep juga memberikan perhatian khusus kepada jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia meminta agar BUMD mampu membaca peluang sekaligus memahami akar persoalan yang ada.
“BUMD harus mampu membaca situasi, memahami sumber masalah, dan menentukan arah ke depan,” ucapnya.
Dalam konteks misi pembangunan daerah, khususnya misi keempat yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan daerah dan pengelolaan aset, Asep menekankan pentingnya optimalisasi aset milik pemerintah daerah. Ia juga mendorong lahirnya inovasi untuk meningkatkan pendapatan disertai efisiensi pengelolaan anggaran.
“Pemerintah harus bisa mengoptimalkan aset, meningkatkan pendapatan secara kreatif dan inovatif, serta melakukan efisiensi. Tapi yang paling penting, jangan sampai kebijakan itu justru mengorbankan masyarakat,” pungkasnya.[YKP]

