RELUNG.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Rapat Paripurna ke-14 pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Gedung DPRD PALI.
Rapat berlangsung dengan kehadiran lengkap, 30 dari 30 anggota dewan hadir mengikuti jalannya pembahasan.
Rapat dipimpin langsung oleh unsur pimpinan DPRD, yakni Ketua DPRD H. Ubaidillah, S.H., Wakil Ketua I H. Kristian, S.M., dan Wakil Ketua II H. Firdaus Hasbullah, S.H., M.H.
Tampak hadir pula Bupati PALI Asgianto, S.T., dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, S.H., yang mengikuti seluruh rangkaian penyampaian laporan komisi.
Rapat ini menjadi salah satu paripurna terpenting menjelang akhir tahun, karena menghimpun sejumlah persoalan mendasar dari masing-masing komisi untuk menjadi perhatian pemerintah daerah.
Dalam penyampaian laporannya, Komisi I menyoroti dua isu utama yang dianggap sangat mendesak dan berdampak langsung pada pelayanan publik.
Pertama, kekurangan tenaga dokter spesialis di RSUD PALI. Kondisi ini dinilai menghambat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan berdampak pada masyarakat yang harus dirujuk keluar daerah.

Kedua, Komisi I juga menegaskan perlunya pemerintah daerah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap tenaga pendidik, baik melalui peningkatan kesejahteraan, pemerataan distribusi, hingga pemenuhan sarana pendukung pendidikan.
Komisi II menyampaikan bahwa selama masa reses dan pengawasan, keluhan masyarakat paling banyak muncul pada soal infrastruktur dasar.
Poin utama yang ditekankan komisi adalah meminta Dinas Perkim untuk mempercepat pengaliran listrik di Kecamatan Abab, yang hingga kini masih terdapat wilayah belum menikmati layanan listrik dengan stabil.
Selanjutnya, Komisi II juga menegaskan perlunya penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) serta perawatan berkala oleh Dishub, mengingat masih banyak ruas jalan gelap dan rawan kecelakaan.
Poin krusial lainnya adalah desakan kepada Dinas Kominfo untuk membangun tower telekomunikasi di wilayah blank spot. Ketersediaan sinyal internet dan komunikasi dianggap kebutuhan vital bagi warga, bukan lagi fasilitas tambahan.
Sementara itu, Komisi III memprioritaskan dua hal pokok yang dinilai paling mendesak pada sektor pertanian dan pengelolaan anggaran.

Pertama, komisi meminta pemerintah daerah meningkatkan bantuan alat pertanian, serta memastikan ketersediaan benih dan pupuk sesuai kebutuhan. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi sebagian besar masyarakat PALI.
Kedua, Komisi III menyoroti penggunaan listrik yang dinilai berlebihan pada Dinas Perpustakaan, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan efisiensi anggaran.
Rapat Berjalan Dinamis dan Produktif, seluruh laporan komisi disampaikan secara bergantian dan disimak langsung oleh kepala daerah. Suasana rapat berlangsung dinamis, namun tetap kondusif.
Ketua DPRD H. Ubaidillah menyampaikan bahwa seluruh rekomendasi ini akan menjadi bahan bagi DPRD dan pemerintah daerah dalam merancang program dan kebijakan yang lebih responsif pada tahun berikutnya.
Rapat paripurna kemudian ditutup dengan harapan bahwa sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten PALI. (adv)

