RELUNG.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026, Kamis (27/11/2025).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Prabumulih itu dipimpin Ketua DPRD H. Deni Victoria SH MSi dan dihadiri Wali Kota Prabumulih H. Arlan, jajaran pimpinan OPD, serta perwakilan seluruh fraksi.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing fraksi secara bergantian menyampaikan pandangan umum, rekomendasi, serta catatan strategis terkait arah kebijakan pembangunan daerah yang akan dituangkan dalam RAPBD 2026.
Salah satu sorotan datang dari Fraksi PDI Perjuangan yang menegaskan pentingnya realisasi janji kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Prabumulih, H. Arlan dan Franky Nasril SKom MM, mengenai program gas rumah tangga gratis bagi masyarakat.
Mewakili fraksi, Suherli Berlian ST menyampaikan bahwa program gas gratis merupakan komitmen politik kepala daerah yang harus diwujudkan dalam kebijakan prioritas pemerintah kota. Program tersebut dinilai strategis karena menyasar kelompok rentan serta masyarakat berpenghasilan rendah.
“Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar janji kampanye gas rumah tangga gratis untuk masyarakat harus diwujudkan dalam program prioritas Pemerintah Kota Prabumulih,” ujar Suherli saat membacakan pandangan umum fraksi.
Ia menjelaskan bahwa gas rumah tangga gratis tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada sumber energi tersebut.
Program ini, menurutnya, bisa membantu mengurangi tekanan biaya hidup masyarakat dan mengalihkan pengeluaran untuk kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan pokok.
Usai rapat paripurna, Wali Kota, Arlan memberikan penjelasan terkait progres program tersebut. Ia memastikan masyarakat akan mulai menikmati fasilitas gas rumah tangga pada pertengahan tahun 2026 mendatang.
“Tahun 2026 insyaAllah dikabulkan. Masyarakat cuma bayar bebannya bae lima puluh ribu sebulan,” kata Arlan.
Meski dikenal sebagai program gas gratis, Arlan menegaskan tetap ada biaya beban bulanan yang akan disesuaikan dengan golongan ekonomi masyarakat. (SMP)

