RELUNG.ID – Jembatan P6 Lalan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali ditabrak tongkang batubara pada Sabtu lalu (14/9). Hal ini menyebabkan cor tiang sisa pondasi jembatan yang masih berdiri harus terkelupas.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Bahkan, sebelumnya tongkang batubara menghantam jembatan tersebut hingga membuat jembatan itupun ambruk pada 12 Agutus lalu.
“Ini sudah kesekian kali terjadi, kami tidak ingin ini terus berulang,” Sekda Apriyadi Mahmud di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, Rabu (18/9).
Dia pun menegaskan untuk meminimalisir insiden ini agar tidak terjadi lagi, dia meminta skema pengawasan yang tepat dan pengawasan yang ketat.
“Saya minta kedepan insiden menabrak jembatan Lalan tidak boleh terulang,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan KSOP Kelas I Palembang, Zainuddin mengaku, sebelum diperbolehkannya melintas kembali tongkang batubara, pihaknya telah melakukan ujicoba selama 3 hari.
“Hasil ujicoba aman sehingga kapal diperbolehkan untuk melintas di area sekitar Jembatan P6 Lalan ini,” katanya.
Selain itu, secara administrasi tongkang batubara yang menghantam tiang Jembatan Lalan pada Sabtu (14/9) juga lengkap administrasi dan layak untuk melintas.
“Nahkoda lengkap administrasi dan kapal pun laik untuk melintas,” tutupnya.
Sebelumnya, KSOP Palembang baru saja membuka izin melintas bagi kapal di jalur sungai bawah Jembatan P.6 Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Namun, beberapa hari setelah jalur dibuka, sebuah tongkang batubara kembali menabrak pondasi jembatan tersebut.
Insiden terjadi pada Sabtu, 14 September 2024, sekitar pukul 08.05 WIB. Tugboat Marina 1621 BG Marine Power 3039, yang membawa muatan batubara dan dinakhodai oleh Kapten Muchlis serta assist TB Sorrel, menyenggol tiang jembatan saat melintas di bawahnya.
Tabrakan ini menyebabkan bagian cor tiang pondasi jembatan terkelupas dan gompal. Dugaan sementara, arus sungai yang terlalu deras dan kondisi air yang surut, ditambah kurangnya perhitungan, menjadi penyebab insiden ini. (ril)

