RELUNG.ID – Dua oknum prajurit TNI yang ditangkap terkait kasus penembakan tiga anggota polisi hingga tewas, dalam penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung hingga saat ini masih berstatus saksi.
Keduanya pun masih diperiksa secara intensif di Denpom Lampung untuk mendalami peran mereka dalam insiden tersebut.
Menanggapi hal ini, Kapolda Lampung, irjen Helmy Santika mengaku, sebanyak empat saksi telah memberikan keterangan kepada penyidik.
Dalam kesaksiannya, mereka melihat salah seorang oknum TNI ini melepaskan tembakan yang menewaskan tiga polisi tersebut.
“Dalam keterangannya, keempat saksi melihat oknum tersebut melakukan penembakan,” katanya dikutip dari Kompas TV, Rabu lalu (19/3).
Meski demikian, pihaknya masih mendalami peran dari kedua oknum TNI ini termasuk mencari siapa yang melepaskan tembakan dan pemilik arena sabung ayam yang digerebek tersebut.
Saat ini, pihaknya menyita barang bukti berupa 13 selongsong peluru dengan berbagai kaliber 9 mm, 7,62 mm, dan 5,56 mm, 4 ekor ayam aduan, uang tunai Rp 21 juta, dan pisau taji.
Seperti diketahui, dalam penggerebek lokasi sabung ayam di Way Kanan, Lampung ini menewaskan tiga polisi. Ketiganya yaitu Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bintara Unit Binmas Polsek Negara Batin Bripka Petrus Apriyanto, dan anggota Satreskrim Polres Way Kanan Bripda M Ghalib Surya Ganta. (vid)

