Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Otomotif»Ekspansi BYD di Eropa Terancam Pengawasan Subsidi Pemerintah China
Otomotif

Ekspansi BYD di Eropa Terancam Pengawasan Subsidi Pemerintah China

alwiBy alwi21/03/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
BYD Denza N9. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Rencana ekspansi ambisius produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, di Eropa kini terancam menghadapi hambatan serius.

Komisi Uni Eropa telah membuka penyelidikan awal untuk menyelidiki dugaan bahwa pabrik mobil listrik baru BYD di Hungaria mendapat subsidi yang tidak adil dari pemerintah Tiongkok.

Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global yang dapat berdampak negatif pada operasi perusahaan di pasar Eropa.

Baca juga :   Kolaborasi dengan Qualcomm, BMW iX3 Hadirkan Sistem Kemudi Otonom L2+

BYD telah merencanakan pembangunan pabrik produksi di Hungaria dengan investasi mencapai €4 miliar.

Fasilitas tersebut diproyeksikan akan mampu memproduksi 200.000 mobil listrik per tahun secara bertahap dan diharapkan menciptakan hingga 10.000 lapangan kerja.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi BYD untuk memperluas jejak global dan mengukuhkan posisinya sebagai pemain dominan di industri mobil listrik.

Baca juga :   Xiaomi SU7 Siap Diproduksi Massal, Bakal Masuk Indonesia?

Komisi Uni Eropa menyoroti kekhawatiran bahwa subsidi yang diterima BYD mungkin memberikan keuntungan tidak adil di pasar Eropa.

Investigasi ini merupakan lanjutan dari penyelidikan sebelumnya yang telah mengungkap dukungan pemerintah China terhadap produsen mobil listrik.

Jika ditemukan bukti bahwa pabrik di Hungaria didirikan dengan bantuan subsidi yang tidak sah, BYD berpotensi menghadapi sanksi berat seperti penjualan aset paksa, pengurangan kapasitas produksi, pembayaran kembali subsidi, dan denda.

Baca juga :   Pasar Mobil Listrik Global Tumbuh Pesat, Tiongkok Mendominasi, Amerika Utara Melambat

Pemerintah Hungaria, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Viktor Orbán dan dikenal memiliki hubungan dekat dengan China, secara aktif mendorong investasi dari negara tersebut.

Namun, pejabat Uni Eropa mengkhawatirkan bahwa ketergantungan pada tenaga kerja dan komponen impor, seperti baterai dari China, dapat membatasi manfaat ekonomi yang sebenarnya bagi Hungaria dan Uni Eropa secara keseluruhan.

Menteri Urusan Uni Eropa Hungaria, János Bóka, menegaskan bahwa meskipun negaranya telah melakukan pengawasan ketat terhadap bantuan negara, penyelidikan yang kini berlangsung menegaskan komitmen Uni Eropa untuk melindungi kepentingan ekonominya.

Baca juga :   Jalin Kemitraan dengan Sony, Honda Afeela 1 Bakal Dibanderol Seharga Rp1,4 Miliar

Hasil dari penyelidikan ini diharapkan akan membawa implikasi besar bagi strategi ekspansi BYD di Eropa. Jika terbukti bahwa BYD menerima subsidi yang tidak adil, perusahaan akan dipaksa menyesuaikan operasionalnya dalam lingkungan peraturan yang ketat dan mungkin menghadapi hukuman finansial yang signifikan.

Sebaliknya, jika BYD dinyatakan tidak bersalah, posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar mobil listrik Eropa akan semakin diperkuat.

Pengawasan ketat terhadap investasi China di sektor strategis ini mencerminkan tren yang lebih luas dari peningkatan kewaspadaan di kalangan negara-negara Eropa, yang kini semakin berhati-hati dalam menerima dukungan finansial dan teknologi dari luar negeri. (LWM)

BYD Mobil listrik Mobil Tiongkok
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleEmas Antam Melejit, Per Gram Tembus Segini Harganya
Next Article Dua Oknum TNI Berstatus Saksi Terkait Tembak Mati Tiga Polisi di Lokasi Sabung Ayam Lampung
alwi

Related Posts

Otomotif

Porsche Perkuat Kepemilikan Manthey Jadi 67 Persen, Siapkan Dua Model Edisi Khusus

09/10/20263 Views
Otomotif

Toyota dan Lexus Recall 617 Mobil Gara-Gara Masalah Steering Knuckle

06/10/20267 Views
Otomotif

Toyota Uji Ketangguhan Hilux BEV, Ditimpa Karavan dari Ketinggian 9 Meter

02/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,873 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,719 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?