RELUNG.ID – Meski popularitas sepeda motor listrik belum setinggi mobil listrik, perkembangan teknologinya terus berjalan.
Terbaru, Ducati, yang berada di bawah naungan VW Group, memperkenalkan prototipe motor listrik dengan baterai solid-state pada ajang IAA Mobility di Munich.
Teknologi ini digadang-gadang mampu merevolusi tidak hanya industri sepeda motor, tetapi juga dunia otomotif secara luas.
Ducati saat ini menjadi satu-satunya pemasok motor untuk Kejuaraan Dunia MotoE, posisi yang menempatkannya di garis depan pengembangan motor listrik performa tinggi.
Namun, motor listrik balap mereka masih menghadapi tantangan, terutama soal bobot dan jangkauan dibandingkan motor balap konvensional berbahan bakar bensin.
Kehadiran sel baterai solid-state diyakini bisa menjawab tantangan tersebut.
Dalam presentasi di Jerman, Ducati memperlihatkan versi modifikasi prototipe V21L yang kini dilengkapi 980 sel QSE-5 dari QuantumScape.
Sel baterai ini menggunakan anoda logam litium dan pemisah keramik, menawarkan peningkatan besar dalam kepadatan energi, kecepatan pengisian, keamanan, serta umur pakai dibanding baterai litium-ion tradisional.
Meski Ducati belum mengungkap detail bobot maupun jarak tempuh motor prototipe tersebut, perusahaan menegaskan bahwa pengembangan masih berlanjut.
Jika pengaturannya dapat dioptimalkan, motor ini berpotensi menjadi produk legal jalan raya sekaligus siap digunakan di lintasan balap.
CEO Ducati, Claudio Domenicali, menyebut langkah ini sejalan dengan tradisi Ducati yang selalu mendorong inovasi teknologi.
“Di Ducati, kami memiliki sejarah panjang dalam mendorong batasan teknologi untuk meningkatkan pengalaman berkendara, baik di jalan raya maupun di arena balap. Kepadatan energi tinggi yang dicapai dengan teknologi solid-state sangat cocok untuk kendaraan berperforma tinggi seperti sepeda motor sport.” katanya.
Kerja sama ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang VW Group dengan QuantumScape, perusahaan baterai asal California, yang sudah berjalan lebih dari satu dekade. (LWM)

