“Namun Yanto alias Tok Krepet karena mengalami luka yang sangat serius dan mengakibatkan pendarahan, sehingga nyawa korban tidak tertolong.
Sedangkan Ada Rusman masih dalam penanganan medis dan harus menjalani perawatan,” jelasnya.
Dari keterangan warga, sebelum pertemuan itu, keduanya sempat cekcok mulut. Bahkan, sempat terjadi perkelahian. Namun, keduanya berhasil dilerai oleh warga sekitar yang menyaksikannya.
“Merasa tidak puas dan masih ada dendam pribadi karena ketersinggungan omongan di kedua belah pihak dan perkelahian tidak terhindar lagi masing-masing dengan membawa dan menggunakan senjata tajam jenis pisau yang menyebabkan keduanya mengalami luka tusuk dan luka sayatan sehingga salah satu meninggal dunia,” ungkapnya.
Korban meninggal dunia lantaran alami luka di dagu, luka tusuk di leher, luka di dada, luka tangan kiri sebanyak 2 luka sayatan dan luka sayatan di kaki kiri.
Sedangkan korban mengalami luka di dada sebelah kiri yang terdapat 2 luka tusukan, luka sayatan di dada kanan dan luka di tangan kiri terdapat 2 luka sayatan.
Pihaknya yang mendapat informasi mengenai peristiwa penganiayaan hingga menyebabkan korban jiwa langsung meluncur ke TKP.
Kemudian didapatkan informasi pelaku penganiayaan yakni Ada Rusman. Pelaku berhasil diamankan di RS AR Bunda.
“Pelaku saat ini dijaga dan diawasi anggota untuk diamankan dan dilakukan interogasi terhadap pelaku. Setelah dilakukan interogasi pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban,” pungkasnya.

