RELUNG.ID- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen PAS) Sumatera Selatan telah memeriksa 13 orang terkait dugaan kematian warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Serong Banyuasin bernama Sandi (29).
Kepala Kanwil Ditjen PAS Sumsel, Erwedi Suprayitno, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari langkah internal untuk mengungkap penyebab kematian yang terjadi pada 10 Maret 2026 tersebut.
“Petugas jaga saat kejadian, rekan satu kamar almarhum, termasuk dokter lapas yang memeriksa sudah kami mintai keterangan. Total ada 13 orang yang telah diperiksa,” ujar Erwedi, Rabu (1/4/2026).
Selain pemeriksaan internal, kasus ini juga tengah diselidiki oleh aparat kepolisian. Unit Reskrim Polsek Talang Kelapa diketahui telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pegawai lapas.
Erwedi menegaskan, pihaknya berkomitmen mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan tidak akan mentolerir adanya pelanggaran, terutama jika ditemukan unsur kekerasan.
“Jika terbukti ada tindak kekerasan, baik dilakukan sesama warga binaan maupun oleh petugas, maka akan diberikan sanksi tegas hingga pemberhentian tidak dengan hormat serta proses pidana,” tegasnya.
Menurut Erwedi, peristiwa bermula saat petugas jaga mendengar teriakan dari dalam kamar sekitar pukul 19.50 WIB. Saat diperiksa, Sandi ditemukan tergeletak di kamar mandi dalam kondisi tidak sadar.
Korban kemudian dibawa ke klinik lapas sebelum dirujuk ke RSUD Sukajadi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk dilakukan visum et repertum dan otopsi oleh tim forensik.
“Hingga saat ini kami masih menunggu hasil resmi otopsi untuk mengetahui penyebab kematian almarhum,” jelas Erwedi.
Menanggapi keterangan keluarga yang menyebut korban sempat dibawa keluar kamar oleh petugas sebelum meninggal, Erwedi menyatakan pihaknya tidak menemukan bukti yang mengarah ke hal tersebut.
“Kami sudah memeriksa rekaman CCTV dan tidak ada kejadian seperti yang disampaikan pihak keluarga,” ujarnya.[FZP]

