RELUNG.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melakukan langkah tegas dalam efisiensi anggaran menyusul kebijakan penghematan yang ditetapkan pemerintah pusat. Salah satu dampaknya adalah penghapusan kegiatan family gathering, outbond, dan karakter building yang selama ini menjadi agenda rutin.
“Kegiatan seperti family gathering, outbond, hingga karakter building benar-benar kita hapus atau ditiadakan,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Palembang, Ahmad Nashir pada Kamis (27/2/2025).
Langkah efisiensi ini diterapkan dengan memangkas anggaran hingga 50 persen untuk kegiatan seremonial dan aktivitas yang dianggap bukan prioritas. Kebijakan tersebut diambil untuk menyesuaikan pola belanja daerah dan memastikan dana digunakan secara optimal.
“Jadi banyak yang kita lakukan efisiensi, terutama belanja-belanja yang tidak menjadi prioritas,” jelas Nashir.
Meski melakukan penghematan besar, Nashir menegaskan bahwa program kerja yang bersifat prioritas, terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan kebutuhan publik, tidak akan terkena pemangkasan. Justru, anggaran untuk sektor-sektor vital tersebut akan diperbesar guna memastikan pelayanan tetap maksimal.
“Untuk belanja prioritas yang menyangkut pelayanan masyarakat dan kebutuhan publik, anggarannya malah kita tingkatkan. Efisiensi ini justru dialihkan ke pengeluaran yang benar-benar mendesak dan bermanfaat,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Palembang telah menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pedoman pengeluaran anggaran tahun ini. Dalam surat tersebut, OPD diminta mengurangi kegiatan seremonial seperti Focus Group Discussion (FGD), bimbingan teknis (bimtek), dan sejenisnya hingga 50 persen.
Meski anggaran belanja dipangkas cukup besar, Nashir memastikan bahwa optimalisasi sarana dan prasarana publik tetap menjadi prioritas dan akan berjalan seperti biasa tanpa gangguan.
“Kegiatan yang mendukung fasilitas publik dan layanan mendasar tetap dilaksanakan normal. Kita pastikan efisiensi ini tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Nashir. [THQ]

