Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Efisiensi Anggaran Pusat Jadi Pemicu PAD Sumsel Melonjak 154 Persen
Bisnis

Efisiensi Anggaran Pusat Jadi Pemicu PAD Sumsel Melonjak 154 Persen

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda22/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi Jembatan Ampera tanpa Kendaraan disaat Car Free Day/handout
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat ternyata membawa dampak tak terduga bagi Sumatera Selatan. Di tengah berkurangnya alokasi transfer ke daerah, pemerintah kabupaten dan kota justru mulai lebih agresif menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hasilnya, realisasi PAD Sumsel pada triwulan pertama 2026 mengalami lonjakan signifikan hingga 154,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel mencatat PAD Sumsel hingga triwulan I 2026 mencapai Rp1,41 triliun atau 12,80 persen dari target tahunan sebesar Rp11 triliun. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan realisasi triwulan I 2025 yang hanya Rp553 miliar.

Kepala Kanwil DJPb Sumsel Rahmadi Murwanto menilai peningkatan tersebut tidak lepas dari efek kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang mendorong daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola keuangan.

“Selama ini peningkatan PAD sering menjadi tantangan. Namun kondisi saat ini justru mendorong pemerintah daerah lebih fokus mengoptimalkan sumber pendapatan yang dimiliki,” ujarnya dalam forum Policy to Stability di Palembang.

Menurut Rahmadi, berkurangnya transfer dari pemerintah pusat membuat kepala daerah harus mencari strategi baru agar kondisi fiskal tetap sehat. Salah satu sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar adalah pajak kendaraan bermotor.

Ia menyebut realisasi penerimaan dari sektor tersebut masih belum mencerminkan potensi sesungguhnya yang dimiliki Sumsel.

Selain pajak kendaraan, potensi penerimaan juga dapat diperoleh dari pajak alat berat yang selama ini belum tergarap optimal. Salah satu penyebabnya karena masih banyak aktivitas usaha yang belum memiliki legalitas sehingga belum dapat dikenakan kewajiban perpajakan.

“Jika pelaku usaha, termasuk yang menggunakan alat berat, memiliki legalitas yang jelas, maka pemerintah daerah dapat memperoleh tambahan penerimaan yang cukup besar dari sektor tersebut,” katanya.

Meski PAD menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, ketergantungan Sumsel terhadap dana transfer pusat masih cukup tinggi. Hingga triwulan I 2026, realisasi transfer pemerintah pusat tercatat mencapai Rp3,99 triliun atau 15,29 persen dari total pagu Rp26,1 triliun.

Namun demikian, Rahmadi melihat adanya perbaikan tingkat kemandirian fiskal daerah. Kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah meningkat menjadi 26,08 persen pada tahun ini, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 13,78 persen.

Peningkatan tersebut dinilai sebagai sinyal positif bahwa daerah mulai mampu mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dan lebih serius memanfaatkan potensi ekonomi lokal sebagai sumber pendapatan.

Ke depan, pemerintah daerah di Sumsel diharapkan terus memperluas basis pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mendorong legalisasi berbagai aktivitas usaha agar pendapatan daerah dapat tumbuh lebih berkelanjutan.

 

 

Efisiensi Anggaran PAD Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleWanita di Musi Rawas Diduga Otak Pelaku Pembunuhan Pria yang Ditemukan Tewas di Sungai Pering
Next Article Ibu Tiri di Batam Jadi Tersangka Penganiayaan Anak 9 Tahun, Korban Alami Luka Memar
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,875 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,721 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?