RELUNG.ID — Menjelang akhir tahun, Menteri BUMN Erick Thohir kembali melakukan perombakan besar-besaran di empat perusahaan pelat merah, yaitu PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan PT Pindad.
Perubahan ini dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memperkuat struktur kepemimpinan dan meningkatkan kinerja perusahaan.
Perubahan di PT Krakatau Steel
Erick menunjuk Muhamad Akbar sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel. Akbar sebelumnya menjabat sebagai Direktur Komersial Krakatau Steel sejak Juli 2023. Selain itu, Erick juga mengangkat Willgo Zainar sebagai Komisaris Independen.
Susunan Direksi dan Komisaris PT Krakatau Steel yang Baru:
Direksi:
– Direktur Utama: Muhamad Akbar
– Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Tardi
– Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, & Portofolio: Hernowo
– Direktur Infrastruktur & Operasi: Utomo Nugroho
– Direktur Sumber Daya Manusia: Agus Nizar Vidiansyah
Komisaris:
– Komisaris Utama: Suhanto
– Komisaris: I Gusti Putu Suryawirawan, Yudha Mediawan
– Komisaris Independen: Willgo Zainar, David Pajung, Isfan Fajar Satryo
Di PT PAL Indonesia, Muhammad Ali ditunjuk sebagai Komisaris Utama menggantikan posisi sebelumnya. Erick juga menunjuk Wiyono Komodjojo sebagai Direktur Pemasaran dan Diana Rosa sebagai Direktur Produksi.
Susunan Direksi dan Komisaris PT PAL yang Baru:
Direksi:
– Direktur Utama: Kaharuddin Djenod
– Direktur Pemasaran: Wiyono Komodjojo
– Direktur Produksi: Diana Rosa
– Direktur Teknologi: Briljan Gazalba
– Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, & SDM: Pramusti Indrascaryo
Komisaris:
– Komisaris Utama: Muhammad Ali
– Komisaris: Hendradi Gunarso
– Komisaris Independen: Tri Harsono, Cut Meutia Adriana
Perubahan di PT Dirgantara Indonesia (PTDI)
Erick menunjuk Marsekal Mohamad Tonny Harjono sebagai Komisaris Utama menggantikan Marsekal (Purn) Fadjar Prasetyo. Marsekal Muda TNI Oki Yanuar juga ditunjuk sebagai Komisaris.
Perubahan di PT Pindad
Erick menunjuk Sigit P. Santosa sebagai Direktur Utama PT Pindad menggantikan Abraham Mose. Hera Rosmiati ditunjuk sebagai Direktur Produksi, Budhiarto sebagai Direktur Komersial, dan Prima Kharisma sebagai Direktur Teknologi dan Pengembangan.
Perombakan ini diharapkan mampu mendorong efisiensi dan inovasi di masing-masing perusahaan, sekaligus menjawab tantangan industri ke depan.[TRA]

