RELUNG.ID — Gunung Dempo di Kota Pagar Alam kembali menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki untuk menghabiskan malam pergantian tahun di puncak. Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan para pendaki untuk tetap waspada karena aktivitas vulkanik Gunung Dempo masih tinggi. Saat ini, gunung tersebut berstatus level II (Waspada) pasca-erupsi pada 23 November 2024.
Meski sempat ditutup, pendakian Gunung Dempo kembali dibuka sejak 1 Desember 2024 setelah kondisi dinyatakan aman. Namun, Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) memprediksi jumlah pendaki tahun ini akan menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pasca-erupsi kemarin rupanya cukup mempengaruhi minat pendaki. Namun sudah ada yang muncak, walaupun belum banyak,” ujar Ketua BRIGADE, Arindi, Sabtu (27/12/2024).
BRIGADE memperketat aturan pendakian untuk menjamin keselamatan. Pendaki diwajibkan membawa peralatan lengkap sesuai standar keamanan, terutama karena musim hujan sedang berlangsung. Pendaki juga harus mematuhi batas wilayah yang diizinkan PVMBG dan Pos Pemantau Gunung Api Dempo (GAD).
“Ada aturan untuk tidak mendekati pusat kawah Gunung Dempo dalam radius 1 hingga 2 kilometer dari sektor utara, sesuai imbauan PVMBG,” jelas Arindi.
Beberapa pendaki telah melakukan registrasi di kantor BRIGADE di Kampung IV Gunung Dempo sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimulai. Puncak jumlah pendaki diperkirakan terjadi pada 30-31 Desember 2024, dengan beberapa memilih turun sebelum malam pergantian tahun untuk merayakannya di kaki gunung.
“Kami memperkirakan puncak pendakian terjadi di akhir bulan, meskipun jumlahnya kemungkinan lebih sedikit dibandingkan tahun lalu,” tambah Arindi.
Para pendaki yang merencanakan perjalanan ke Gunung Dempo diimbau untuk mempersiapkan fisik, peralatan, dan mengikuti arahan resmi demi keselamatan.[AYK]

