RELUNG.ID — Kecelakaan tragis terjadi di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12). Pesawat Jeju Air dengan 175 penumpang dan enam awak tergelincir dari landasan pacu, menabrak dinding pembatas, dan sebagian tubuhnya terbakar.
Hingga saat ini, 47 orang dilaporkan tewas, sementara dua orang, seorang pramugari dan satu penumpang, berhasil diselamatkan. Tim penyelamat masih berupaya mencari korban yang terjebak di bagian ekor pesawat.
Menurut laporan awal dari Yonhap News, kecelakaan diduga dipicu oleh tabrakan pesawat dengan burung, yang merusak roda pendaratan. Namun, penyelidikan resmi masih berlangsung.
Pesawat Boeing 737-800 itu sedang dalam perjalanan dari Bangkok, Thailand, dan mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di Muan. Flightradar24 menyebut pesawat sedang melakukan pendaratan darurat ketika insiden terjadi.
Sebanyak 32 mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Asap hitam tebal terlihat membubung dari area kecelakaan, sementara tim penyelamat terus bekerja keras di bawah kondisi yang sulit.
Rekaman di media sosial menunjukkan pesawat tergelincir keluar dari landasan, menabrak dinding, dan terbakar. Hingga kini, 33 jenazah telah ditemukan, tetapi jumlah korban jiwa masih bisa bertambah.
Pesawat tersebut, yang ditenagai oleh dua mesin CFM56-7B, bukan varian MAX. Jeju Air mulai mengoperasikan pesawat ini pada 2017 setelah sebelumnya digunakan oleh maskapai Ryanair.
Pihak Jeju Air, salah satu maskapai terbesar di Korea Selatan, belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Otoritas setempat bersama tim investigasi akan menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
“Kami telah menemukan 33 jenazah, dan masih ada korban yang terperangkap. Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin,” kata seorang pejabat pemadam kebakaran nasional, seperti dilaporkan Reuters.
Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi penerbangan terburuk di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.[TRA]

