RELUNG.ID – Pemerintah mulai menyiapkan langkah besar untuk mengubah arah pembangunan olahraga nasional. Tak hanya fokus pada prestasi atlet, pemerintah kini menargetkan Indonesia menjadi bagian dari ekosistem olahraga dunia melalui reformasi regulasi, penguatan akademi olahraga, hingga pengembangan sport tourism di Asia Tenggara.
Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir dalam Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dalam forum tersebut, Erick menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap kemajuan olahraga nasional tidak perlu diragukan.
“Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan bahwa komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional,” ujar Erick.
Menurut Erick, saat ini pemerintah sedang menjalankan proses transformasi besar dalam tata kelola olahraga Indonesia. Salah satu langkah utamanya adalah memperkuat sinergi lintas kementerian agar pembinaan atlet berjalan lebih terstruktur sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi.
Kemenpora bersama Kemendikdasmen kini tengah menyiapkan integrasi sistem pembinaan olahraga pelajar melalui POPNAS dan kompetisi mahasiswa melalui POMNAS.
Selain itu, pemerintah juga mulai menjalankan program beasiswa atlet nasional, termasuk dukungan LPDP untuk atlet berprestasi.
“Kita juga ada instruksi Presiden terkait akademi olahraga dan penguatan beasiswa atlet,” katanya.
Dalam upaya mempercepat reformasi olahraga, Kemenpora juga melakukan deregulasi besar-besaran melalui Permenpora Nomor 08 Tahun 2026.
Sebanyak 191 aturan dipangkas menjadi hanya empat regulasi utama, sementara jumlah pasal disederhanakan dari 1.500 menjadi sekitar 600 pasal.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kerja sama antara pemerintah, federasi olahraga, hingga sektor swasta dalam pengembangan fasilitas dan pembinaan atlet.
Menurut Erick, penyederhanaan aturan menjadi fondasi penting agar olahraga Indonesia mampu bersaing di tingkat Asia hingga dunia.
“Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia dan dunia,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada pembinaan atlet, pemerintah juga mulai membidik sektor sport tourism sebagai mesin ekonomi baru kawasan Asia Tenggara.
Melalui forum SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026, Indonesia bersama sejumlah negara ASEAN sepakat membentuk event olahraga regional bertaraf internasional.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah penyelenggaraan ASEAN Marathon mulai 2027 yang melibatkan Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Pemerintah berharap event tersebut dapat menjadi identitas sport tourism baru Asia Tenggara seperti London Marathon atau New York Marathon.
“Kita harus menjadi bagian dari ekosistem olahraga dunia,” tutup Erick.[THQ]

