RELUNG.ID– Mantan artis sinetron, Fabiola Elizabeth, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring (online scam) jaringan internasional dengan modus pig butchering yang beroperasi di kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.
Kasus ini diungkap Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah setelah membongkar aktivitas perusahaan berkedok konsultan yang diduga menjadi pusat operasional penipuan online lintas negara.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Himawan Susanto Saragih, mengatakan jaringan tersebut secara khusus menyasar warga negara asing, terutama warga Amerika Serikat.
“Perusahaan tersebut digunakan sebagai sarana perekrutan pekerja sekaligus kantor operasional penipuan online yang menyasar warga negara asing, khususnya warga negara Amerika Serikat,” ujar Himawan, Selasa (2/6/2026).
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi telah mengamankan 39 orang yang diduga terlibat. Sebanyak 11 orang di antaranya merupakan warga negara asing asal Myanmar dan Nepal.
Menurut Himawan, para pekerja Indonesia direkrut melalui tawaran pekerjaan yang beredar di media sosial Facebook. Mereka kemudian ditempatkan dalam berbagai posisi, mulai dari marketing, model, hingga leader, dengan gaji yang cukup menggiurkan.
“Gaji dari marketing, kemudian dari leader, kemudian model, itu berkisar Rp10 juta sampai Rp20 juta per bulan,” katanya.
Polisi mengungkap modus yang digunakan sindikat ini adalah pig butchering, yakni penipuan yang mengandalkan pendekatan emosional terhadap korban. Para pelaku terlebih dahulu membangun hubungan personal melalui media sosial, aplikasi kencan, maupun platform digital lainnya.
Setelah korban merasa dekat dan percaya, mereka diarahkan untuk menanamkan dana pada platform investasi atau perdagangan aset kripto yang sebenarnya telah dimanipulasi oleh pelaku.
“Modus ini sangat terstruktur dan memanfaatkan sisi psikologi korban. Korban dibuat merasa memiliki hubungan personal sehingga tanpa sadar melakukan transfer dana secara bertahap dalam jumlah besar,” jelas Himawan.
Jaringan yang beroperasi dengan kedok PT Digi Global Konsultan tersebut kini masih dalam pengembangan penyidik. Polisi mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta keterkaitan dengan jaringan penipuan internasional yang lebih luas.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi yang datang dari orang yang baru dikenal melalui dunia maya, terutama jika disertai janji keuntungan besar dalam waktu singkat.[YKP]

