RELUNG.ID – Fenomena vulkanik terjadi di Indonesia ketika dua gunung api dengan nama hampir serupa, Gunung Merapi di Pulau Jawa dan Gunung Marapi di Sumatera Barat, mengalami erupsi pada malam yang sama, Sabtu (26/9/2026).
Kedua gunung api tersebut mengalami erupsi dengan selang waktu sekitar satu jam. Gunung Merapi lebih dahulu mengalami erupsi pada pukul 20.34 WIB, kemudian disusul Gunung Marapi sekitar satu jam kemudian pada pukul 21.40 WIB.
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), erupsi Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah berupa awan panas guguran.
Awan panas tersebut diperkirakan meluncur sejauh 2.000 meter ke arah selatan atau menuju alur Kali Boyong. Saat ini, aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Selang sekitar satu jam, aktivitas vulkanik terjadi di Gunung Marapi, Sumatera Barat. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, erupsi Gunung Marapi terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 30 milimeter.
Erupsi tersebut juga disertai lontaran lava pijar. Hujan abu vulkanik kemudian dilaporkan mengguyur sejumlah wilayah, termasuk sebagian Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
Berbeda dengan Gunung Merapi, status aktivitas Gunung Marapi saat ini berada pada Level II atau Waspada.
Masyarakat yang berada di sekitar kedua gunung api tersebut diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta mematuhi rekomendasi jarak aman yang telah ditetapkan oleh otoritas kebencanaan.
Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik melalui informasi resmi BPPTKG dan PVMBG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan. (vid)

