RELUNG.ID-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan erupsi Gunung Dempo pada 7 Agustus 2025 merupakan peristiwa paling signifikan dibanding erupsi-erupsi sebelumnya.
Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari, mengatakan kolom awan abu saat erupsi mencapai ketinggian 1.200 meter dan dapat diamati secara visual dari pos pemantau. Sebelumnya, erupsi Gunung Dempo hanya terdeteksi melalui kamera pemantau yang terpasang di sekitar bibir kawah.
“Erupsi pada 7 Agustus lalu sangat signifikan dibanding erupsi sebelumnya. Dari kamera pemantau juga terlihat longsoran bibir kawah, menunjukkan aktivitas vulkanik Dempo masih berlangsung,” kata Heruningtyas melalui sambungan telepon, Kamis (14/8/2025).
Menurutnya, peningkatan aktivitas vulkanik telah terpantau sejak Juli lalu melalui alat pendeteksi gempa tremor. Amplitudo dan frekuensi gempa meningkat, namun waktu pastinya erupsi tidak dapat dipastikan.
“Pada Juli sudah terlihat peningkatan kegempaan, menjadi salah satu petunjuk kemungkinan akan ada erupsi, tapi kapan tepatnya tidak bisa diketahui,” tambahnya.
Heruningtyas juga menjelaskan, perubahan warna air danau kawah yang semakin keruh dan pekat menandakan panas dan gas vulkanik terus mendesak ke permukaan. Kondisi ini menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Dempo masih sangat signifikan, meski status gunung tetap di Level II (Waspada).
PVMBG menegaskan tidak dapat memprediksi kapan erupsi akan terjadi kembali. Namun, demi keselamatan warga, masyarakat disarankan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir kawah Dempo. [TFK]

