RELUNG.ID- Pemerintah Kota Palembang menggandeng Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk menghadirkan Sekolah Rakyat, sebuah lembaga pendidikan berbasis asrama yang mengusung semangat pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat prasejahtera, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter yang menyeluruh.
Semua kebutuhan siswa mulai dari makan, tempat tinggal, hingga pendidikan akan ditanggung sepenuhnya oleh negara.
“Ini bukan sekadar sekolah. Ini solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus pembinaan karakter,” ujar Aprizal usai pertemuan dengan Kepala Sentra Budi Perkasa Kemensos RI.
Pemkot Palembang siap mengawal realisasi program tersebut dengan menyiapkan lahan seluas 2–3 hektare untuk pembangunan jenjang SD dan SMP.
Sementara untuk jenjang SMA, akan dibahas bersama pemerintah provinsi sesuai kewenangannya. Seluruh pembangunan fisik dan fasilitas akan ditangani langsung oleh Kemensos melalui Sentra Budi Perkasa.
“Kami sedang menginventarisasi aset Pemkot yang bisa dialihfungsikan menjadi lokasi sekolah. Semangat kami, tak boleh ada anak Palembang yang tertinggal pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegas Aprizal.
Menariknya, Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai pusat pembinaan bagi anak-anak yang pernah terlibat pelanggaran hukum. Untuk memperkuat program pembentukan karakter, Pemkot menggandeng Yonif Raider 200.
“Bukan untuk menghukum, tetapi untuk membentuk karakter nilai religius, kedisiplinan, cinta tanah air, dan kepedulian sosial. Anak-anak ini bukan gagal, mereka hanya butuh kesempatan kedua,” kata Aprizal.
Program ini akan segera dibahas dalam rapat lintas sektor yang melibatkan Kemenkumham, Komnas HAM, Dinas Pendidikan, hingga tokoh masyarakat.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, disebut telah menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini sebagai bagian dari visi besar Palembang Cerdas dan Palembang Peduli.
“Ini bukan hanya tentang membangun sekolah, tetapi membangun harapan. Ini tentang masa depan Palembang yang inklusif, cerdas, dan bermartabat,” tutup Aprizal.[YKP]

