RELUNG.ID – Budayawan Palembang, Vebri Al Lintani, menyoroti kondisi Gedung Taman Budaya (Graha Budaya) Jakabaring yang dinilainya jauh dari standar layak untuk pertunjukan seni profesional. Meski tampak megah dari luar, kondisi bagian dalam gedung disebut memprihatinkan.
“Dari luar tampak megah, tapi di dalam banyak kursi rusak, udara panas, dan panggung belum sesuai standar pertunjukan. Padahal gedung ini seharusnya menjadi rumah bagi para seniman,” ujar Vebri, Minggu (19/10/2025).
Vebri juga menyoroti ketimpangan perhatian pemerintah antara bidang olahraga dan kesenian. Menurutnya, fasilitas olahraga di Jakabaring berdiri megah dan lengkap, sementara kesenian hanya memiliki satu gedung yang kondisinya tidak ideal.
“Kalau dibandingkan dengan olahraga, seni benar-benar tertinggal. Ini tidak logis kalau kesenian terus dikesampingkan,” tegas mantan Ketua Dewan Kesenian Palembang itu.
Ia menilai, perhatian terhadap dunia seni seharusnya tidak berhenti pada pembangunan fisik, melainkan juga pada penguatan ruang kreatif bagi generasi muda. “Kalau ada gedung yang layak dan komunitas seni yang hidup, kita tidak akan kekurangan aktor, musisi, atau seniman baru. Teater dan kesenian mendidik jiwa dan menjaga warisan budaya,” ujarnya.
Menanggapi kritik tersebut, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Pandji Tjahjanto, mengakui kondisi gedung memang perlu perbaikan. Ia memastikan pemerintah provinsi akan melakukan peningkatan fasilitas secara bertahap.
“Kita berencana menambah AC agar ruang pertunjukan lebih nyaman. Mudah-mudahan di awal tahun depan bisa direalisasikan,” kata Pandji.
Sementara perbaikan kursi dan fasilitas lainnya, lanjutnya, akan dilakukan sesuai kemampuan anggaran. “Semua akan kita lakukan bertahap,” tandasnya. (DSK)

