RELUNG.ID – Kekecewaan warga terhadap kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumsel kini terus memuncak.
Kali ini, sejumlah warga menggelar gerakan Direct Message (DM) ke Gubernur Sumsel, Herman Deru untuk tegas bertindak terhadap persoalan kabut asap.
Hal ini diketahui dari unggahan Thread @dwikisandy_, Kamis (1/10/2026).
Dalam unggahannya tersebut, @dwikisandy_ mengajak warganet untuk membuat gerakan DM serentak Gubernur Herman Deru. Dengan format yaitu “Pak, Tolong atasi asap yang ada di Sumsel, kami capek ngirup asap pak!”.
“Kagak usah takut, kita berhak untuk hidup sehat lur,” tulisnya.
Sontak unggahan ini pun memicu beragam komentar. Warganet pun membagikan tangkapan layar DM kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru.
Salah satunya akun thread @agh***. Dia menuliskan, jika dalam satu minggu ini asap masih berkeliaran di Palembang. Menurutnya, bapak (Herman Deru) berhak mundur dari jabatan karena dinilai menjadi pemimpin yang gagal.
“Selama saya tinggal di Palembang, belum pernah saya merasakan asap yang separah ini, bernapas pun susah,” tulisnya.
“Maaf ya pak, kami sebagai rakyat Palembang berhak untuk bersuara dan menyayangi paru-paru kami,” tutupnya.
Tak hanya itu, warga Thread @rrn*** menuliskan, masyarakat Palembang dan sekitarnya sudah capek menghirup 24 jam kabut asap. Bahkan, asap sudah masuk ke dalam rumah.
“Bantuan dari pusat la cairkan? nak nunggu apolagi? nunggu nambah banyak yang jadi korban apo pak? korban ISPA la banyak dari Batita sampe lansia,” tulisnya.
“Kamu dak sedih nyingok provinsi yag kamu pegang menyedihkan cak ini? kita dak mungkin ngarep hujan turun, kalo Allah belum berkehendak. Payo bertindak tegaslah pak demi warga kamu nih,” tutupnya dalam DM ke Herman Deru.
Menanggapi kondisi ini, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku telah melakukan berbagai upaya penanganan. Mulai dari imbauan maupun aksi nyata. Hal ini dibuktikannya dengan beberapa kali sempat terjadi hujan di beberapa wilayah Sumsel.
“Tapi hotspot memang masih banyak ditemukan di Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI)” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pasukan darat dan pangkalan udara telah diterjunkan hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilakukan 60 kali untuk membantu menekan hotspot.
Tapi untuk kabut asap yang dirasakan saat ini sangat dipengaruhi arah angin. “Karena asap sebanyak ini anginlah kita harapkan. Tentu kita berharap ada hujan,” katanya.
Saat ini, petugas masih melakukan penanganan karhutla di OKI yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. Ia meminta kondisi petugas di lapangan juga menjadi perhatian.
“Penanganan di OKI sudah sebulan lebih. Stamina orang di lapangan juga harus dijaga. Maka kita tolonglah, tidak gampang kawan-kawan di lapangan,” ujarnya.
Ia mengatakan petugas terus melakukan pemadaman meski api atau bara kembali muncul setelah sebelumnya dipadamkan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Karena, dampaknya tidak hanya api tetapi asap yang terbawa angin,” tutupnya.
Seperti diketahui, kabut asap di wilayah Sumsel khususnya Palembang terjadi sejak pagi hari. Hal ini menyebabkan jarak pandang berkurang, dan kualitas udaranya masih dalam kategori sangat tidak sehat. (LWM)

