RELUNG.ID- Anggota DPR RI asal Sumatera Selatan, Giri Ramanda N. Kiemas, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Jembatan Bahtera yang akan menghubungkan Pulau Sumatera (Sumsel) dengan Pulau Bangka (Bangka Belitung).
Politisi PDI Perjuangan ini menilai proyek tersebut sebagai terobosan strategis yang mampu memperkuat konektivitas ekonomi regional, terutama antara Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
“Kalau rencana ini benar-benar terwujud, tentu sangat luar biasa karena akan mempercepat arus barang dan jasa antara dua wilayah yang selama ini hanya terhubung lewat jalur laut,” ujar Giri, Senin (23/6/2025).
Ia menekankan, kehadiran Jembatan Bahtera tidak hanya berdampak pada dua provinsi tersebut, melainkan juga bagi wilayah Sumatera secara keseluruhan. Namun Giri mengingatkan, semangat pembangunan ini perlu dibarengi dengan perencanaan yang matang, terutama dari sisi keekonomian dan skema investasi.
Menurutnya, pemerintah pusat saat ini hanya menetapkan 77 Proyek Strategis Nasional (PSN). Karena itu, kemungkinan masuknya Jembatan Bahtera ke dalam daftar PSN harus diperjuangkan dengan data dan kajian yang solid.
“Kalau kita berharap sepenuhnya dari dana APBN, tentu akan sulit. Maka yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana skema pembiayaannya, siapa investornya, dan bagaimana kita bisa menjual ide ini dengan data ekonomi yang kuat,” jelasnya.
Giri juga menekankan pentingnya menyusun kajian teknis dan akademis secara komprehensif untuk mendorong proyek ini masuk ke radar nasional. Ia menyatakan siap membawa aspirasi tersebut ke Presiden melalui jalur DPR RI, asalkan telah melalui kajian kelayakan yang rasional.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini soal membuka peluang ekonomi baru, menghubungkan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa yang selama ini terkendala akses,” katanya.
Ia menambahkan, potensi sumber daya alam dan produk unggulan antara Sumsel dan Bangka saling melengkapi, dan bisa dioptimalkan jika konektivitas darat dibuka.
Untuk itu, Giri mengajak seluruh pemangku kepentingan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga kementerian terkait untuk duduk bersama membentuk tim kajian khusus guna menyusun naskah akademik dan proyeksi manfaat strategis proyek ini di tingkat nasional.
“Kita butuh data konkret, baik proyeksi lalu lintas orang dan barang, nilai ekonomi, hingga dampak jangka panjangnya terhadap pertumbuhan wilayah,” tegasnya.[DSK]

