RELUNG.ID – Perusahaan induk Google, Alphabet berencana memperkuat dan memperluas infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Mereka kini tengah mengumpulkan dana sebesar 80 miliar Dollar atau setara dengan Rp1.435 triliun untuk diinvestasikan ke beberapa perusahaan AI.
Pengumpulan dana ini melalui beberapa skema, yaitu penawaran umum saham senilai 30 miliar Dollar atau setara Rp538 triliun, program penjualan saham bertahap senilai 40 miliar Dollar atau setara Rp717 triliun, serta investasi penempatan pribadi sebesar 10 miliar Dollar atau setara Rp179 triliun dari Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik Warren Buffett.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Alphabet untuk mempercepat pengembangan teknologi AI di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor teknologi global.
Kinerja keuangan Alphabet juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan mencatat pendapatan sebesar 110 miliar Dollar atau sekitar Rp1.973 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, Google berhasil mencapai 350 juta pelanggan berbayar di berbagai layanan digitalnya.
Dalam proyeksinya, Alphabet memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) akan mencapai 180 miliar Dollar atau sekitar 3.229 triliun hingga 190 miliar Dollar atau sekitar Rp3.408 triliun pada 2026, dengan peningkatan yang lebih besar lagi pada 2027.
Dana sebesar Rp1.436 triliun tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan investasi perusahaan.
Menurut pernyataan resmi perusahaan, pendanaan tersebut dirancang untuk membiayai ekspansi dan investasi strategis secara seimbang, sekaligus menjaga kesehatan neraca keuangan perusahaan.
Investasi besar-besaran ini menegaskan komitmen Alphabet untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemimpin global dalam pengembangan teknologi AI, yang kini menjadi fokus utama industri teknologi dunia. (LWM)

