RELUNG.ID – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga menyeret Wakil Menteri (Wamen) Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim.
Hal ini diketahui dari keterangan Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo usai OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat (Kanim Jakbar).
Dia mengatakan, dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 17 orang yang terdiri dari 8 orang penyelenggara negara atau ASN, serta 9 orang pihak swasta.
Tak hanya itu, KPK juga tengah melakukan pencarian terhadap SK (Silmy Karim) yang pernah menjabat Dirjen Imigrasi periode 2023-2024.
“Kami mengimbau pihak terkait untuk membantu proses penanganan perkara ini,” katanya.
Selain menangkap 17 orang, KPK juga menyita barang bukti berupa 7 unit mobil, 15 unit motor, 11 unit sepeda baik jenis MTB maupun Brompton. Serta logam mulia ratusan gram.
“Nanti kami akan ekspos status hukum yang telah diamankan, siapa saja nantinya yang akan ditetapkan sebagai tersangka,” terangnya.
Usai memberikan keterangan tersebut, Silmy Karim akhirnya menyerahkan diri. Kedatangan Wamen Imipas ini terlihat sekitar pukul 22.35 WIB bersama empat orang ajudannya.
Kericuhan pun sempat terjadi antara ajudan Silmy Karim dan awak media saat memasuki Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Untuk diketahui, OTT di lingkungan ke imigrasian ini terkait kasus dugaan pengurusan dokumen keimigrasian dan izin tinggal warga negara asing (WNA). (vid)

