Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno» Google Terapkan Aturan Baru Sideloading Android, Pengguna Harus Tunggu 24 Jam
Techno

 Google Terapkan Aturan Baru Sideloading Android, Pengguna Harus Tunggu 24 Jam

alwiBy alwi21/03/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Google Android. (Ilustrasi/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Perusahaan teknologi Google akan memberlakukan kebijakan baru terkait pemasangan aplikasi Android dari sumber di luar toko resmi (sideloading). 

Mulai Agustus mendatang, pengguna diwajibkan melalui proses verifikasi tambahan, termasuk masa tunggu selama 24 jam sebelum dapat menginstal aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi.

Baca juga :   Google Rombak Android Auto dengan AI Gemini dan Tampilan Lebih Modern

Kebijakan ini diumumkan melalui blog resmi pengembang Android sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan pengguna.

Google menyebut mekanisme ini sebagai “alur lanjutan” (advanced flow), yang dirancang untuk mencegah penipuan dan penyebaran perangkat lunak berbahaya.

Dalam proses baru tersebut, pengguna harus melewati beberapa tahapan, di antaranya mengaktifkan mode pengembang, mengonfirmasi bahwa mereka tidak berada di bawah tekanan untuk menonaktifkan perlindungan keamanan, serta menjalani autentikasi menggunakan biometrik atau PIN perangkat.

Baca juga :   18 Februari, Earphone Huawei FreeArc TWS Bakal Diluncurkan Secara Global

Setelah itu, pengguna harus menunggu selama 24 jam sebelum aplikasi dapat diinstal.

Google menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena banyak pelaku penipuan memanfaatkan rasa panik atau urgensi palsu untuk memaksa korban menginstal aplikasi berbahaya.

Meski demikian, proses ini hanya berlaku satu kali. Setelah pengguna berhasil melewati tahapan verifikasi dan masa tunggu, perangkat akan memberikan akses untuk menginstal aplikasi dari sumber tidak dikenal secara berkelanjutan.

Baca juga :   iTel Super 26 Ultra Resmi Diluncurkan dengan Layar AMOLED Melengkung

Selain itu, pengguna juga dapat mengaktifkan izin sideloading untuk jangka waktu terbatas selama tujuh hari.

Di sisi lain, Google juga akan mulai menerapkan kebijakan verifikasi identitas bagi pengembang aplikasi pada September mendatang.

Pengembang yang belum terverifikasi diwajibkan menyerahkan data pribadi seperti alamat, email, nomor telepon, serta identitas resmi, dengan biaya pendaftaran sebesar 25 dolar AS.

Baca juga :   27 Februari, Game One Punch Man: World Bakal Dihentikan

Namun, Google tetap menyediakan opsi gratis bagi pelajar dan pengembang independen untuk membagikan aplikasi kepada maksimal 20 pengguna tanpa perlu proses verifikasi tersebut.

Sementara itu, menurut pakar Android Mishaal Rahman, pemasangan aplikasi melalui Android Debug Bridge (ADB) tidak akan terdampak aturan baru ini, sehingga tetap dapat dilakukan tanpa melalui proses verifikasi dan masa tunggu.

Dengan kebijakan ini, Google berharap dapat meningkatkan perlindungan pengguna Android dari ancaman keamanan, tanpa sepenuhnya menutup akses terhadap fleksibilitas dalam pemasangan aplikasi di luar toko resmi. (LWM) 

Android Google Sideloading
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDemi Mudik! Mobil Avanza Dimodifikasi Angkut 12 Penumpang dan Motor, Begini Jadinya
Next Article Amazon Dikabarkan Kembangkan Ponsel Berbasis AI, Usung Konsep Anti-Smartphone
alwi

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,903 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,775 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,748 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?