RELUNG.ID – Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2015–2023 bukan sekadar seremoni.
Dalam acara yang digelar di Griya Agung Palembang dan terhubung secara virtual dengan beberapa provinsi lainnya, pesan keras justru datang dari Gubernur Sumsel H Herman Deru: jangan hanya diskusi di ruang ber-AC, tapi turun ke lapangan bantu rakyat.
“Label Lemhannas itu istimewa. Tapi yang lebih penting adalah manfaatnya dirasakan rakyat. Turunlah ke masyarakat, pahami persoalan mereka, jangan hanya berkutat pada diskusi internal,” tegas Deru dalam sambutannya.
Ia menyoroti berbagai persoalan daerah seperti karhutla, kemiskinan, dan rendahnya literasi yang butuh pendekatan lintas sektor dan kontribusi nyata dari tokoh strategis, termasuk para alumni Lemhannas.
“Karhutla itu bukan semata soal teknis. Kita butuh pemikiran strategis dan terobosan berbasis data. Alumni Lemhannas seharusnya berada di barisan terdepan memberi solusi,” katanya.
Nada yang sama juga ditegaskan Ketua Umum IKAL Lemhannas Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. Menurutnya, posisi sebagai pengurus bukan sekadar status kehormatan, tetapi harus dimaknai sebagai ruang pengabdian konkret.
“Jangan jadi pemimpin simbolik. Jadilah pemimpin moral yang menyatukan dan menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Agum secara virtual.
Sementara itu, Ketua DPD IKAL Lemhannas Sumsel, Iwan Kurniawan, menegaskan pihaknya siap menjadikan IKAL sebagai kekuatan sipil strategis yang aktif memberi masukan dan solusi untuk isu-isu kebangsaan dan daerah.
“Kita akan hadir dengan gagasan, baik diminta maupun tidak. Saatnya alumni Lemhannas bergerak nyata, bukan sekadar eksklusif di lingkaran terbatas,” tegas Iwan.
Ia menyebutkan bahwa sinergi dengan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga organisasi masyarakat, akan menjadi strategi utama dalam menjalankan program-program IKAL Sumsel ke depan. (DSK)

