RELUNG.ID – Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik nasional dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Deklarasi tersebut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), perwakilan 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta berbagai elemen masyarakat.
Berdasarkan pantauan, Ketua DPW Partai Gema Bangsa Sumsel, Yuseva hadir dengan pakaian adat Palembang yakni Aesan.
Dengan corak merah dan mahkota Yuseva membawa identitas budaya dan kearifan lokal di Sumsel.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema Bangsa Sumatera Selatan, Yuseva mengatakan, Partai Gema Bangsa merupakan wadah yang tepat untuk memperjuangkan aspirasi politik rakyat, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Deklarasi ini merupakan momentum serta tonggak penting bagi perjuangan politik Partai Gema Bangsa ke depan,” kata Mantan Sekretaris DPW Perindo ini.
Menurut Yuseva, deklarasi ini menegaskan posisi Partai Gema Bangsa sebagai pelopor desentralisasi politik, sebuah konsep yang dinilai sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan serta pemerataan kesejahteraan di daerah.
“Kami mengajak seluruh komponen anak bangsa untuk bersama-sama membangun negara dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Deklarasi Partai Gema Bangsa, Joko Nugroho, mengatakan, Gema Bangsa adalah ikhtiar politik untuk memastikan Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, berdaulat dalam menentukan arah kebijakan tanpa ketergantungan pada kekuatan asing.
“Deklarasi ini bertepatan dengan satu tahun perjalanan partai sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2025 lalu,” katanya.
Menurutnya, dalam kurun waktu tersebut, partai ini mengklaim telah membangun struktur organisasi secara nasional.
Bahkan, hingga saat ini telah membentuk 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tingkat provinsi serta 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Ini membuktikan kesiapan organisasi kami untuk berkiprah secara serius dalam dinamika politik nasional,” katanya.
Untuk visi dan misi Partai Gema Bangsa yakni terdiri dari tiga yaitu Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn.
Visi Indonesia Mandiri diarahkan pada upaya membangun bangsa yang mampu mengelola sumber daya sendiri serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai pusat kebijakan negara.
“Kemandirian mencakup ekonomi dan politik, di mana petani, nelayan, serta pelaku UMKM berdaulat atas sumber penghidupan dan pasar, serta kebijakan nasional benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Joko.
Sementara itu, visi Desentralisasi Politik menekankan pembangunan demokrasi dari daerah secara inklusif dan egaliter.
Partai Gema Bangsa menilai demokrasi yang kuat tidak dapat dibangun secara sentralistik dan elitis, melainkan dengan memberikan kewenangan politik yang nyata kepada pimpinan partai di daerah.
“Daerah harus menjadi pusat lahirnya kepemimpinan politik yang memahami karakter dan kebutuhan wilayahnya masing-masing,” katanya.
Adapun visi Indonesia Reborn diarahkan pada pembaruan tata kelola politik dan pembangunan nasional dengan meninggalkan pola-pola lama yang dinilai tidak relevan.
Visi ini juga menekankan pentingnya politik bermoral, kekuasaan yang melayani rakyat, pembangunan berkelanjutan, serta peran aktif generasi muda sebagai agen perubahan. (LWM)

