RELUNG.ID – Aktivitas pendakian ke Gunung Dempo dihentikan sementara menyusul erupsi yang terjadi pada Selasa dini hari, 7 April 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi guna menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah X Dempo (KPH) Dempo, Hery Mulyono, menyampaikan bahwa penghentian aktivitas pendakian dilakukan berdasarkan instruksi yang diterima dari pihak terkait.
“Masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan diimbau untuk tidak mendekati dan bermalam di sekitar pusat aktivitas, yakni Kawah Marapi, dalam radius 1 kilometer serta arah bukaan kawah sejauh 2 kilometer ke sektor utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut berpotensi terdampak lontaran material akibat erupsi freatik serta paparan gas vulkanik yang berbahaya bagi keselamatan.
Selain menghentikan sementara pendakian, pihak KPH juga telah membatalkan keberangkatan para pendaki yang baru mendaftar. Sementara itu, pendaki yang masih berada di kawasan puncak diminta segera turun.
“Pendaki yang masih berada di atas telah kami instruksikan untuk segera turun dengan berkoordinasi bersama tim brigade,” tutupnya.
Seperti diketahui, Gunung Dempo kembali erupsi pada pukul 01.36 WIB dengan menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 2.500 meter di atas puncak.
Berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi hampir tiga menit. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di wilayah timur hingga radius sekitar 4,7 kilometer dari puncak.
Meski demikian, berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental, status aktivitas Gunung Dempo masih berada pada Level II (Waspada).
Masyarakat diminta tetap waspada serta mematuhi rekomendasi dari otoritas setempat demi menghindari risiko bencana. (TFK)

