Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Guru SD OKI Jadi Garda Depan Pelestarian Gajah Sumatera dengan Buku Ajar Baru
Regional

Guru SD OKI Jadi Garda Depan Pelestarian Gajah Sumatera dengan Buku Ajar Baru

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda25/04/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Belantara Foundation saat memberikan buku ke guru-guru Air Sugihan OKI. Foto : Belantara Foundation
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
RELUNG.ID – Upaya melestarikan gajah sumatera di lanskap Padang Sugihan, Kabupaten OKI, mendapat angin segar dengan digelarnya pelatihan khusus bagi guru-guru SD oleh Belantara Foundation. Kegiatan yang digelar pada Selasa, 22 April 2025, di Aula Kantor Kecamatan Air Sugihan ini menyasar peningkatan kapasitas guru dalam menyampaikan materi tentang gajah sumatra kepada siswa tingkat dasar.
Pelatihan ini menjadi bagian penting dari program Living in Harmony (Kita Bisa Hidup Berdampingan) yang telah berjalan sejak 2022. Tujuannya, membekali para guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan metode efektif dalam mengenalkan gajah sumatera dan ekosistemnya kepada siswa kelas IV hingga VI SD. Salah satu sorotan utama adalah peluncuran buku ajar berjudul Mengenal Gajah Sumatera yang ditulis berdasarkan aspirasi guru-guru di Air Sugihan.
Buku ini dicetak oleh IPB Press dan dirancang sebagai pendamping teks pelajaran IPAS berbasis lingkungan hidup. Isinya mencakup karakteristik, perilaku, hingga peran penting gajah dalam ekosistem, dilengkapi dengan ilustrasi menarik dan aktivitas interaktif bagi siswa. Sebanyak 170 eksemplar buku telah dibagikan kepada lima sekolah dasar di lima desa kecamatan Air Sugihan, serta diserahkan secara simbolis oleh Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, kepada perwakilan sekolah.
Buku tersebut juga diberikan kepada pihak-pihak terkait seperti BKSDA Sumsel, Dinas Kehutanan, hingga para pemegang konsesi kehutanan.
“Melalui buku ini, kami ingin menanamkan semangat konservasi sejak usia dini. Anak-anak yang memahami pentingnya gajah dan habitatnya akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Dolly yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.
Program ini turut mendapat dukungan dari Keidanren Nature Conservation Fund (KNCF) Jepang, Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS), Rumah Sriksetra, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di Sumatera Selatan. Camat Air Sugihan, Ardhiles Siahaan, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini.
Menurutnya, para guru yang dilatih diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang menanamkan kecintaan terhadap gajah di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hal serupa disampaikan oleh Cak Mudilah, Kepala SD Negeri 1 Desa Srijaya Baru. Ia menyebut buku ini akan menjadi media belajar yang menyenangkan dan penuh makna bagi siswa.
“Dengan adanya buku ini, siswa bisa belajar sambil bermain, sekaligus tumbuh rasa sayang mereka terhadap satwa yang hidup di sekitar mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Silvan A. Rahmana dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan menekankan pentingnya penguatan literasi lingkungan berbasis nilai lokal agar pendidikan konservasi menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Lewat program edukatif ini, Belantara Foundation berharap gajah sumatra tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang perlu dijaga bersama. Buku yang diajarkan hari ini bukan hanya soal pelajaran sekolah, tetapi tentang menciptakan harmoni antara manusia dan alam, dimulai dari bangku sekolah dasar.[THQ]
Gajah Sumatera Guru OKI SD
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTNI AL Palembang Gagalkan Penyelundupan 383 Ribu Baby Lobster Senilai Rp38 Miliar
Next Article Alasan Anak di OKU Timur Tembak Ibu Kandung hingga Tewas karena Tak Diberi Uang
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,015 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,885 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,857 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?