RELUNG.ID – Bulan Ramadhan kini telah memasuki 21 hari, Senin (1/4).
Umat Islam memiliki potensi untuk mendapatkan Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan ini.
Namun, tetap harus membutuhkan sikap istiqomah dalam menjalankan ibadahnya.
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengatakan, sikap istiqomah dalam menjalankan ibadahnya itu mulai dari puasa, berjamaah Salat Isya dan Salat Tarawih.
“Asal puasa, asal selalu berjamaah Salat Isya, Salat Tarawih itu (berpotensi) dapat Lailatul Qadar,” kata Gus Baha.
Menurutnya, kepastian mendapati Lailatul Qadar ini tidak selalu diukur dari tanda-tanda. Bahkan, meski tidak dapat melihat dan merasakan tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar, bukan berarti tidak bisa menemui Lailatul Qadar.
“Tidak perlu membayangkan dan menandai siangnya matahari tidak terik, itu aneh-aneh saja,” terangnya.
Dalam hadits Nabi Muhammad dijelaskan bahwa setiap orang Islam yang melaksanakan puasa Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala hanya dari-Nya, maka ia akan mendapatkan Lailatul Qadar.
Menurut Gus Baha hadits ini yang mestinya menjadi patokan, bukan sibuk mencari tanda-tandanya.
“Wong Nabi Muhammad dawuh tidak demikian. Yang penting, man shoma ramadhana imanan wahtisaban, ya dapat Lailatul Qadar,” ungkapnya.
Hadits tersebut secara tidak langsung ingin memberi tahu bahwa barang siapa yang pada saat malam Lailatul Qadar pergi melaksanakan salat Tarawih, tidak punya rasa dengki, hatinya tulus semata ingin mencari ridha Allah SWT, maka ia akan dapat Lailatul Qadar.

