RELUNG.ID- Sejumlah tokoh dan putra kiai di Kediri, Jawa Timur mendeklarasikan organisasi sosial dan dakwah bernama Yakuza Maneges, Sabtu (9/5/2026).
Organisasi tersebut digagas oleh Thuba Topo Broto Maneges atau yang dikenal sebagai Den Gus Thuba. Ia menyebut Yakuza Maneges dibentuk sebagai wadah pembinaan spiritual bagi masyarakat yang ingin memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar.
Dalam pidato deklarasinya, Gus Thuba menjelaskan nama “Yakuza” yang identik dengan kelompok kriminal di Jepang diadopsi dengan makna berbeda.
“Yakuza, yang awalnya kotor ujungnya zuhud abadi,” ujar Gus Thuba, dikutip Senin (11/5/2026).
Menurutnya, organisasi ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi sarana perubahan dan pengabdian sosial.
“Organisasi Yakuza Maneges ini bukan sekadar sebagai wadah berkumpul namun sebagai sebuah sarana perubahan dan pengabdian,” katanya.
Gus Thuba menjelaskan Yakuza Maneges secara khusus mewadahi individu yang pernah terjerumus dalam kemaksiatan atau kehidupan jalanan, tetapi memiliki niat kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Yakuza Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara kita yang sering kita sebut sebagai santri jalur kiri,” tuturnya.
“Mereka ini tersesat yang berada di jalan menuju jalan yang keliru bahkan terjatuh dalam dosa yang berat. Namun masih memiliki niat dan tekad untuk berbenah diri kembali ke jalan yang benar,” lanjutnya.
Organisasi ini berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan oleh almarhum KH Hamim Jazuli atau Gus Miek.
Gus Thuba yang juga putra Gus Miek mengatakan organisasi tersebut meneruskan nilai-nilai dakwah spiritual yang dulu diajarkan ayahnya kepada kelompok marginal.
“Nilai utama yang saya pegang menanamkan nilai spiritual yang telah diajarkan oleh Almarhum Gus Miek di masa silam kepada kaum marginal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Yakuza Maneges bersifat non-partisan dan tidak berseberangan dengan negara. Organisasi itu, kata dia, justru ingin mendukung aparat penegak hukum serta membantu masyarakat yang menghadapi persoalan sosial maupun hukum.
“Kami juga menegaskan bahwa Yakuza Maneges tidak berdiri berseberangan dengan negara melainkan hadir untuk mendukung dan berjalan bersama aparat penegak hukum,” tegas Gus Thuba.[YKP]

