RELUNG.ID- Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam membantah keterlibatannya dalam penyusunan Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa pemilihan para menteri merupakan hak prerogatif Presiden, bukan berdasarkan kedekatan pribadi.
“Mereka orang profesional, dipilih karena mempunyai kemampuan di bidangnya,” kata Haji Isam, Selasa (27/5/2025), menanggapi pemberitaan yang menyebut dirinya menempatkan sejumlah orang kepercayaan di kabinet.
Menurut Haji Isam, Prabowo Subianto adalah sosok yang sangat independen dalam menentukan pilihan kabinetnya. Ia yakin keputusan Presiden didasarkan pada kompetensi dan integritas, bukan karena kedekatan pribadi.
“Jadi bukan karena kedekatan saya dengan mereka,” tegasnya.
Isu kedekatan Haji Isam mencuat setelah sejumlah nama menteri, seperti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, disebut-sebut sebagai ‘orang dekat’ pengusaha asal Kalimantan tersebut. Namun, tudingan itu telah dibantah oleh yang bersangkutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menepis isu tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya dipilih berdasarkan profesionalisme dan rekam jejak.
“Kami profesional. Jadi menteri ini bukan sekarang kan? Sejak 2014 kan? Swasembada kan?” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2024).
Amran mengaku akan fokus melanjutkan program swasembada pangan yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo. Ia menyebut sudah mulai menggelar rapat internal untuk merumuskan langkah percepatan program tersebut, termasuk melanjutkan proyek food estate.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga membantah keterlibatan Haji Isam dalam penunjukannya sebagai menteri. Meski mengakui pernah bekerja bersama Haji Isam di masa lalu, Dody menyebut hubungan tersebut sudah lama berlalu.
“Saya dulu pernah kerja sama beliau, dulu-dulu banget. Awal-awal saya kerja,” ungkap Dody saat serah terima jabatan di Kementerian PUPR, Senin (21/10/2024).
Dody mengaku kaget saat pertama kali dihubungi tim Prabowo sekitar Juni–Juli 2024 dan tidak menyangka akan dipercaya menjadi menteri. Bahkan hingga mengikuti pembekalan di Hambalang, ia belum tahu akan ditempatkan di pos menteri apa.
Informasi dari laman Bursa Efek Indonesia menunjukkan nama Dody tercantum dalam dokumen perusahaan PT Pradiksi Gunatama Tbk dan PT Senabangun Anekapertiwi, yang diketahui terafiliasi dengan anak-anak Haji Isam, yakni Jhony Saputra dan Liana Saputri. Namun keterlibatan itu tidak serta-merta membuktikan adanya pengaruh dalam pengangkatan jabatan publik.[YKP]

