RELUNG.ID- Fluktuasi harga emas masih terus berlanjut pada awal pekan ini, Senin (2/3/2026). Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat berdampak langsung terhadap lonjakan harga emas dunia.
Kondisi tersebut mendorong investor global beralih ke instrumen safe haven, sehingga permintaan emas meningkat signifikan. Secara historis, harga emas memang sangat erat kaitannya dengan faktor geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, serta fluktuasi permintaan di pasar internasional.
Di dalam negeri, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat melejit naik Rp50.000 per gram dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Harga emas murni Antam hari ini naik dari Rp3.085.000 menjadi Rp3.135.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga jual kembali juga ikut terkerek naik menjadi Rp2.914.000 per gram dari sebelumnya Rp2.864.000 per gram.
Kenaikan ini mengikuti tren penguatan harga emas global yang terdorong oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memicu ketidakpastian baru di pasar keuangan.
Sementara itu, harga emas batangan Galeri 24 Pegadaian siang ini dibanderol Rp3.163.000 per gram atau naik Rp32.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp3.131.000 per gram. Harga buyback juga naik menjadi Rp2.967.000 per gram.
Namun demikian, kenaikan harga ini tidak diiringi dengan ketersediaan stok. Di distro Galeri 24 Palembang, sebagian besar emas batangan seperti Lotus, Antam, dan Galeri 24 sendiri dilaporkan kosong. Hanya tersedia tujuh keping emas batangan UBS.
Kenaikan juga terjadi pada emas perhiasan di pasar domestik. Di Toko Makmur Jaya Terminal Sako Perumnas, harga emas perhiasan naik Rp200.000 per suku.
Jika sebelumnya Rp15,9 juta per suku, kini menjadi Rp16,1 juta per suku dengan berat 6,7 gram untuk kadar emas 92 persen.
Untuk jenis cincin, harga dibanderol Rp16,4 juta per suku atau naik Rp300.000 dibandingkan sebelumnya Rp16,1 juta per suku. Sementara kalung dan gelang dijual Rp16,3 juta per suku, naik Rp300.000 dari harga sebelumnya Rp16 juta per suku.
Kenaikan harga emas yang kembali mencapai level tertinggi dalam tiga pekan terakhir ini menunjukkan tren penguatan yang masih berlanjut. Selain konflik Iran–AS, ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat turut memperkuat minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Dengan kondisi geopolitik yang masih dinamis, pelaku pasar memprediksi harga emas berpotensi tetap volatil dalam beberapa waktu ke depan, tergantung pada perkembangan situasi global dan respons pasar internasional.[CKM]

