Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Harga Memori Melonjak, Pasar Smartphone Global Turun 7 Persen pada Kuartal Kedua Tahun Ini
Techno

Harga Memori Melonjak, Pasar Smartphone Global Turun 7 Persen pada Kuartal Kedua Tahun Ini

alwiBy alwi11/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
ilustrasi smartphone. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pasar smartphone atau ponsel pintar global mengalami tekanan sepanjang kuartal II 2026.

Kenaikan harga komponen memori menjadi salah satu faktor yang mendorong penurunan pengiriman perangkat baru secara global.

Berdasarkan laporan FDM CCS Insight, pengiriman ponsel pintar global pada kuartal II 2026 turun 7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka tersebut juga turun sekitar 3 persen dibandingkan kuartal I 2026.

Baca juga :   Samsung Prediksi Permintaan Chip Memori Tetap Tinggi hingga 2027, Siapkan Desain Teknologi Baru

Tekanan terhadap pasar diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. FDM memproyeksikan pengiriman ponsel pintar global sepanjang 2026 akan mengalami penurunan sekitar 12 persen.

Penurunan paling terasa terjadi di negara-negara berkembang. Pasar seperti Eropa dan Amerika Utara masih mencatat penurunan relatif terbatas, yakni dalam kisaran satu digit rendah.

Sebaliknya, konsumen di negara berkembang cenderung lebih sensitif terhadap kenaikan harga sehingga dampaknya terhadap permintaan perangkat baru menjadi lebih besar.

Baca juga :   Infinix Bawa Chipset Snapdragon di Seri Note 60

Di tengah melemahnya pasar ponsel baru, pasar perangkat bekas justru menunjukkan tren positif. Laporan FDM mencatat penjualan ponsel bekas tumbuh 3 persen secara tahunan.

Pertumbuhan pasar sekunder tersebut bahkan diperkirakan semakin kuat hingga akhir 2026. FDM memproyeksikan penjualan ponsel bekas akan tumbuh sekitar 9 persen sepanjang tahun ini.

Konsumen dinilai mulai beralih ke perangkat rekondisi karena menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan membeli ponsel baru. Perubahan perilaku tersebut semakin terlihat ketika harga perangkat baru mengalami kenaikan.

Baca juga :   Desain dan Tanggal Peluncuran Huawei Mate 80 Resmi Terungkap

FDM mencatat harga rata-rata ponsel pintar baru pada kuartal II 2026 meningkat 13 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan tersebut salah satunya dipicu oleh lonjakan harga memori akibat kelangkaan pasokan secara global.

Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut. FDM memperkirakan harga ponsel baru akan terus mengalami kenaikan pada paruh kedua 2026, yang berpotensi semakin mendorong konsumen mempertimbangkan perangkat bekas atau rekondisi.

Meski demikian, pasar sekunder juga mulai menghadapi tantangan. Tingginya permintaan yang tidak sepenuhnya diimbangi ketersediaan perangkat membuat harga ponsel rekondisi ikut mengalami kenaikan secara bertahap.

Baca juga :   OpenAI Kembangkan Smartphone Berbasis AI, Siap Produksi Massal 2028

Salah satu faktor yang memengaruhi pasokan adalah menurunnya aktivitas tukar tambah ponsel di Amerika Serikat. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah perangkat yang masuk ke pasar sekunder berkurang.

Namun, kekurangan pasokan tersebut sebagian masih dapat ditekan oleh tingginya ekspor perangkat bekas dari China dan Jepang ke pasar lainnya.

Dengan kondisi tersebut, pasar ponsel pintar pada 2026 menghadapi situasi yang cukup berbeda. Penjualan perangkat baru tertekan oleh kenaikan harga komponen dan meningkatnya harga jual, sementara pasar ponsel bekas justru mendapatkan momentum dari konsumen yang mencari alternatif lebih ekonomis. (LWM)

Memori Pasar Global Smartphone
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article200 Hektare Lahan di Tulung Selapan OKI Terbakar, Pemprov Sumsel Buka Peluang Cek HGU PT BHP
Next Article Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Tidak Sehat
alwi

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,876 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,748 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,722 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?