RELUNG.ID – Kualitas udara di Kota Palembang dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang, konsentrasi partikulat halus PM2.5 menjadi parameter pencemar yang paling berpengaruh terhadap penurunan kualitas udara.
Pemantauan dilakukan melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) Palembang Bukit Kecil yang berada di Jalan POM IX, kawasan Taman Simpang Lima DPRD Sumatera Selatan.
“Kondisi kualitas udara dalam tiga hari terakhir menunjukkan adanya peningkatan pencemaran, terutama pada parameter PM2.5,” kata Kepala DLH Kota Palembang, Akhmad Mustain.
Dari pengukuran pada Senin (10/8/2026) pukul 09.00 WIB, nilai maksimum Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 107. Parameter kritis berasal dari PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 63,29 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut kemudian meningkat pada pengukuran pukul 15.00 WIB. Nilai maksimum ISPU mencapai 111, sementara konsentrasi PM2.5 naik menjadi 76,16 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu, sejumlah parameter pencemar lainnya masih berada dalam kategori baik. Konsentrasi PM10 tercatat 28,47 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 28, sulfur dioksida (SO2) sebesar 16,16 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 15.
Kemudian karbon monoksida (CO) tercatat 1.014,50 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 13, ozon (O3) sebesar 54,35 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 23, serta nitrogen dioksida (NO2) sebesar 45,41 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 29.
Pada Selasa (11/8/2026) pukul 13.00 WIB, kondisi serupa masih terpantau di sejumlah wilayah. Salah satunya Kecamatan Bukit Kecil dengan nilai ISPU mencapai 116 dan masuk kategori tidak sehat.
“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena kualitas udara yang tidak sehat dapat memberikan dampak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan,” terangnya.
DLH Palembang mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk mengurangi paparan udara luar ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Bagi masyarakat yang memiliki asma, DLH menyarankan agar mengikuti petunjuk kesehatan dan selalu membawa atau menyimpan obat yang diperlukan.
Sementara penderita penyakit jantung diminta segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami gejala seperti jantung berdebar, sesak napas, atau kelelahan yang tidak biasa.
“Untuk masyarakat umum, DLH mengimbau agar mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan,” ujar Akhmad Mustain, Selasa (11/8/2026).
Di sisi lain, alat digital pengukur ISPU yang berada di kawasan Simpang Lima DPRD Sumsel saat ini telah menjalani perbaikan.
Namun, perbaikan baru dilakukan pada bagian utama alat pembaca parameter, sedangkan layar atau display belum dapat difungsikan karena masih menunggu ketersediaan anggaran.
“Perbaikan difokuskan pada alat utama pembaca parameter, untuk layar menunggu anggaran berikutnya,” tutupnya. (DSK)

