RELUNG.ID – Kenaikan harga produk plastik di pasar global mulai memberikan tekanan terhadap perekonomian di Sumatera Selatan (Sumsel).
Kondisi ini dikhawatirkan berdampak langsung pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tak terkecuali di Sumsel.
Ketua Komisi II DPRD Sumsel, Rita Suryani mengungkapkan, bahwa lonjakan harga plastik dipicu oleh naiknya harga bahan baku berbasis minyak bumi serta meningkatnya permintaan dari industri global seperti otomotif dan elektronik.
“Kondisi ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat dan pelaku usaha di tengah proses pemulihan ekonomi. Jika tidak segera diatasi, akan memicu kenaikan harga barang dan melemahkan daya beli,” katanya, Jumat (17/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, Komisi II DPRD Sumsel mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mengambil langkah konkret guna menekan dampak yang dirasakan pelaku usaha.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperketat pengawasan distribusi serta memastikan ketersediaan bahan baku plastik di pasaran tetap terjaga.
“Pemprov perlu memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tersedia, sehingga harga tetap terjangkau dan tidak memberatkan pelaku usaha,” kata politisi PDI Perjuangan ini.
Selain itu, DPRD juga mendorong pemerintah daerah untuk menyusun strategi menjaga stabilitas harga, terutama menjelang periode meningkatnya permintaan. Termasuk di antaranya adalah mengembangkan penggunaan bahan kemasan alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan.
Menurut Rita, stabilitas harga bahan baku merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing ekonomi daerah serta keberlangsungan UMKM.
“Ini bukan hanya soal harga, tetapi juga menyangkut keberlanjutan usaha masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga plastik saat ini merupakan fenomena global akibat tingginya permintaan dari berbagai sektor industri di dunia, sementara pasokan relatif terbatas.
“Industri kemasan, otomotif, hingga elektronik membutuhkan plastik dalam jumlah besar. Ketika permintaan meningkat dan pasokan terbatas, harga global pun ikut naik,” tutupnya. (DSK)

