RELUNG.ID- Suasana haru menyelimuti ruang VIP lantai 3 RSUD Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (3/3/2026).
Di tengah luka fisik akibat kecelakaan maut antara sepeda motor warga dan motor gede (moge) Harley Davidson, pemilik rokok HS, Muhammad Suryo, menyampaikan komitmennya untuk menganggap keluarga korban sebagai bagian dari keluarganya sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Suryo melalui sambungan video call dari Rumah Sakit JIH, tempat ia dirawat pascainsiden di simpang Melangsen, Palihan.
Meski terpisah jarak sekitar 40 kilometer dari RSUD Wates, Suryo yang masih terpasang selang oksigen tampak emosional saat berbincang dengan korban, Aab Abdullah.
“Saya sudah kehilangan istri. Kita jadi keluarga ya, Bu. Rumah saya terbuka untuk semua keluarga,” ujar Suryo kepada istri Aab, Suryati Julia Wijayanti, melalui layar ponsel.
Kecelakaan tragis di simpang empat Mlangsen, wilayah Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, itu merenggut nyawa istri Suryo, Anis Syarifah. Namun duka mendalam tidak menghalangi niat silaturahmi antara kedua pihak.
Dalam percakapan virtual tersebut, tidak terdengar nada amarah. Yang muncul justru saling tukar permintaan maaf secara tulus.
“Jangan putus, jangan putus. Tetap silaturahmi ya, Mas. Saya sudah kehilangan istri, jadi silaturahmi kita jangan sampai terputus ya, Pak,” kata Suryo dengan suara tertahan.
Aab Abdullah, yang terbaring dengan kaki dan tangan terbalut gips usai operasi tulang, turut menyampaikan duka cita atas kepergian istri Suryo. Meski masih merasakan nyeri pascaoperasi, ia membalas dengan suara lirih, “Saya juga minta maaf, Pak.”
Iktikad baik keluarga besar Muhammad Suryo tidak berhenti pada kata maaf. Perwakilan keluarga, Dandan Jaya Kartika, hadir langsung di RSUD Wates untuk menjenguk Aab dan putranya, Deva Nadil (10), yang juga menjadi korban luka dalam kecelakaan tersebut.
Kedatangan mereka didampingi Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko. Dandan menegaskan, keluarga Suryo berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan Aab dan Deva hingga benar-benar pulih total.
Tak hanya itu, sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang sebagai “keluarga baru”, Deva dijanjikan beasiswa pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Seluruh kerugian material akibat kecelakaan juga akan diganti sepenuhnya oleh pihak Suryo.
Saat ini, kondisi kedua belah pihak dilaporkan mulai stabil dan berangsur membaik. Pertemuan singkat lewat layar ponsel itu menjadi saksi bahwa di tengah tragedi yang merenggut nyawa, masih ada ruang untuk saling menguatkan dan merajut kembali silaturahmi yang nyaris terputus.[YKP]

