RELUNG.ID – Dalam sidang isbat yang diadakan di Kantor Kementerian Agama, Thamrin, Jakarta Pusat, Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan 1446 Hijriah pada Sabtu, 1 Maret 2025. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penetapan ini didasarkan pada pengamatan hilal yang memenuhi standar MABIMS di provinsi paling barat, Aceh.
Dalam konferensi pers usai sidang, Menteri Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa hilal telah terlihat dengan kriteria yang ditetapkan, yakni tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,24 derajat. Pengamatan dilakukan di 125 titik di seluruh Indonesia, dan kehadiran dua saksi yang menyaksikan hilal serta pengukuhan oleh hakim agama setempat menjadi dasar finalisasi penetapan awal bulan hijriah.
Tak hanya itu, organisasi Muhammadiyah juga telah mengeluarkan surat resmi yang menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah dan 1 Syawal atau Lebaran 2025 berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipandu oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Berdasarkan perhitungan tersebut, Idul Fitri dirayakan pada 31 Maret 2025.
Penetapan awal Ramadan ini disambut positif oleh berbagai pihak, sebagai bukti kesiapan lembaga keagamaan dalam menyongsong bulan penuh berkah dan sebagai pedoman bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan,
“Dengan ditemukannya hilal di Aceh dan dukungan pengukuhan hakim agama, penetapan awal Ramadan pada 1 Maret 2025 telah final,” ujarnya.
Keputusan ini semakin menegaskan sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam menjaga kesatuan penetapan awal bulan hijriah di Indonesia, sehingga masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan keyakinan dan semangat yang tinggi. [THQ]

