RELUNG.ID- Komedian senior Nasrullah alias Mat Solar meninggal dunia pada Senin (17/3/2025) malam di RS Pondok Indah. Di tengah kabar duka ini, tersisa permasalahan terkait tanah miliknya yang hingga kini belum mendapatkan ganti rugi dari negara akibat terkena proyek pembangunan Tol Serpong-Cinere.
Persoalan ini sebelumnya diungkap oleh sahabat sekaligus lawan main Mat Solar di Bajaj Bajuri, Rieke Diah Pitaloka.
Rieke, yang kini menjabat sebagai anggota Komisi VI DPR RI, memperjuangkan hak Mat Solar atas tanahnya yang seluas 1.313 m². Ia menyampaikan bahwa tanah tersebut telah digunakan untuk proyek tol sejak 2019, tetapi hingga kini ganti rugi belum diberikan.
Dalam keterangannya, Rieke menjelaskan bahwa kasus ini telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR dan Direktur Utama PT Jasa Marga, Subakti Syukur, pada Senin (17/3/2025).
Rieke menagih janji penyelesaian pembayaran yang seharusnya sudah rampung sejak bertahun-tahun lalu.
“Surat Pengadilan Negeri Tangerang No.201/Pdt.PCons/2019/PN.Tng tanggal 23 Desember 2019 menetapkan ganti rugi senilai Rp3.338.214.930 untuk dititipkan ke pengadilan. Tapi sampai sekarang belum diterima oleh keluarga Bang Juri,” ujar Rieke dalam pernyataan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa Mat Solar membeli tanah tersebut dari hasil kerja kerasnya di dunia hiburan. Namun, karena tidak adanya pendamping saat proses pembebasan tanah, haknya atas ganti rugi menjadi terkatung-katung.
“Bang Juri beli tanah itu dari hasil kerja keras syuting. Gimana bisa nggak dibayar sampai sekarang? Ini harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Dirut PT Jasa Marga Subakti Syukur menyatakan bahwa permasalahan terjadi akibat konsinyasi yang sudah terlanjur dilakukan. Ia memastikan bahwa uang ganti rugi yang tertahan di pengadilan akan segera diberikan kepada pihak keluarga Mat Solar sebelum Lebaran.
“Kami akan buatkan perjanjian perdamaian melalui notaris, insya Allah sebelum Lebaran sudah selesai,” ungkapnya.
Mat Solar dimakamkan di TPU Haji Daiman, Cimanggis, Ciputat, pada Selasa (18/3/2025) pagi. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para sahabat, termasuk Rieke Diah Pitaloka yang berjanji akan terus memperjuangkan hak-haknya.
“Jangan berkecil hati ya, Bang. Kita ikhtiar terus. Saya perjuangkan semampu saya. Ini bukan hanya soal Abang, tapi juga bisa jadi banyak orang lain yang mengalami hal serupa,” tutup Rieke.[YKP]

