RELUNG.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali meningkat seiring melonjaknya jumlah titik panas (hotspot) dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan terbaru, sebanyak 88 hotspot terdeteksi pada Selasa (7/7/2026), menjadi angka harian tertinggi sepanjang satu bulan terakhir.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan lonjakan hotspot menjadi sinyal meningkatnya potensi karhutla di sejumlah daerah, terutama memasuki puncak musim kemarau.
“Hotspot yang terpantau pada 7 Juli 2026 sebanyak 88 titik. Jumlah ini menjadi yang tertinggi dalam sebulan terakhir,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 19 titik, disusul Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 15 titik, dan Muara Enim sebanyak 11 titik.
Meski demikian, Sudirman menegaskan bahwa hotspot bukan berarti seluruhnya merupakan titik api. Setiap temuan tetap harus diverifikasi melalui patroli lapangan untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran.
“Kenaikan hotspot memang perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan potensi karhutla. Namun tidak semua hotspot merupakan titik api sehingga harus dilakukan pengecekan langsung di lapangan,” katanya.
Data BPBD Sumsel menunjukkan, selama periode 1 hingga 7 Juli 2026, total hotspot yang terpantau mencapai 339 titik. Muba kembali menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 77 titik, diikuti Muara Enim sebanyak 58 titik, dan OKI sebanyak 50 titik.
Sementara secara akumulatif sejak awal tahun hingga Juli 2026, jumlah hotspot di Sumatera Selatan telah mencapai **2.188 titik**, menandakan meningkatnya kerawanan kebakaran dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Menurut Sudirman, cuaca yang semakin kering menjadi faktor utama meningkatnya jumlah hotspot. Karena itu, BPBD bersama instansi terkait terus meningkatkan patroli di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi agar kebakaran dapat dicegah sejak dini.
“Kami terus melakukan pemantauan harian. Daerah dengan potensi tinggi menjadi prioritas patroli sehingga jika ditemukan indikasi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas,” jelasnya.
BPBD Sumsel juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama di kawasan gambut saat musim kemarau.[THQ]

